Pengorbanan Harta: Mengikis Sifat Kikir dengan Menyisihkan sebagian Rejeki

STARNEWSID.COM, ALAKUANG, SIDRAP — Kisah kurban Nabi Ibrahim bermula dari ujian keimanan tertinggi, di mana Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putra satu-satunya, Ismail.

Hal itu dikisahkan Ust.Jumardi, SPd dalam khutbah Idul Adha di Masjid Arrahman Assalman, Desa Allakuang.Kec. MaritengngaE, Kabupaten Sidrap, Rabu, (27/5/2026).

Berkat ketaatan dan keikhlasan keduanya, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini diabadikan sebagai syariat ibadah kurban.

Bacaan Lainnya

Kisah ini sarat akan makna ketundukan, cinta kepada Allah, dan pengorbanan yang dijabarkan sebagai berikut:

Perintah mimpi Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu melalui mimpi yang datang berulang kali, memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Sebagai seorang nabi, Ibrahim menyadari bahwa mimpi tersebut adalah perintah langsung dari Allah SWT yang wajib dilaksanakan.

Dialog mengharukan dan keikhlasan Ismail. Sebelum melaksanakannya, Nabi Ibrahim menceritakan perintah tersebut kepada Ismail –anaknya– untuk meminta pendapatnya.

Di luar dugaan, Ismail yang memiliki keimanan kuat justru menjawab dengan penuh keteguhan: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102).

Ketika Ismail dibaringkan dan Nabi Ibrahim bersiap mengayunkan pisaunya, Allah SWT melihat ketulusan dan ketaatan luar biasa dari keduanya. Allah kemudian menggantikan posisi Ismail dengan seekor domba besar (kibas).Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Quran (QS. Ash-Shaffat: 107): “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Peristiwa mukjizat ini menjadi landasan ditetapkannya syariat kurban bagi umat Islam setiap tanggal 10 Zulhijah hingga hari Tasyrik. Ini mengajarkan bahwa kurban bukan tentang menumpahkan darah, melainkan: Bukti Ketaatan: Meletakkan cinta kepada Allah di atas segalanya. Pengorbanan Harta: Mengikis sifat kikir dengan menyisihkan sebagian rezeki.Kepedulian sosial: Daging kurban didistribusikan kepada yang membutuhkan.(*)

Pos terkait