Oleh
Dr. Muh. Syahrir Gassa,MSi
Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM
Bagaimana mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat tentu tidak terlepas dari usaha dan kerjasama dari berbagai pihak baik pihak pemerintah maupun swasta terutama masyarakat di lingkungan sekitar kita.
Pada bulan Ramadhan ini yang Insya Allah nanti sebentar lagi kita akan ditinggalkan tetapi dalam masa-masa akhir Ramadhan ini tentu ada banyak program-program baik dari pihak pemerintah maupun swasta dalam rangka meningkatkan dan memulihkan tingkat perekonomian masyarakat setelah keluar dari masa pandemi Covid-19 terutama masyarakat yang mempunyai pendapatan ekonomi yang tidak menentu. Cara dalam mengantisipasi hal tersebut maka pihak pemerintah/swasta membuka peluang-peluang usaha/bisnis misalnya merangsang para pelaku UMKM dalam meningkatkan aktivitas bisnis di bulan Ramadhan misalnya Ramadhan Fair pada berbagai kota yang digelar pada beberapa kabupaten di suatu propinsi. Namun dibalik dari kegiatan atau aktivitas tersebut biasanya ada banyak sumber-sumber dari hasil usaha di lingkungan sekitar, maupun di pasar-pasar atau pusat-pusat perbelanjaan yang bisa menyebabkan pencemaran. Banyaknya sampah-sampah berserakan dimana-mana baik yang terbuat dari plastik, kertas, atau dari sisa-sisa hasil pengolahan makanan, dimana sampah-sampah tersebut bisa mengundang lalat, nyamuk, tikus atau hewan-hewan pengerat lainnya atau mikroba/bakteri terutama yang bersifat patogen. Hal ini haruslah masyarakat atau pelaku usaha UMKM / industri mempunyai kesadaran tentang pentingnya pemahaman bagaimana membuang sampah sesuai pada tempatnya. Pihak pemerintah atau swasta yang memiliki upaya dalam menghindari banyaknya masyarakat mmbuang sampah dimana-mana di sekitar tempat perbelanjaan maka disiapkan tempat-tempat sampah pada beberapa lokasi tertentu. Kemudian selanjutnya setelah terisi full tempat sampahnya hendaknya ada petugas yang langsung mengambil sampah dan membawa ke tempat pembuangan akhir sementara atau langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah misalnya di TPA Antang Makassar. Kenapa harus seperti itu, karena walaupun sampah-sampahnya sudah terkumpul rapi pada masing-masing tempat sampah sementara, tetapi tidak segera diambil oleh petugas kebersihan atau petugas tertentu, maka pada tempat penampungan sampah sementara tadi akan menjadi meluap dan berserakan serta membuat terganggu dengan aktifitas penduduk yang berada di sekitarnya. Pencemaran tanah, air dan udara dapat terjadi di sekitar lingkungan akibat dari ulah dari aktivitas manusia itu sendiri. Sampah-sampah dari hasil aktivitas masyarakat terutama di sekitar tempat perbelanjaan tersebut jika diklasifikasikan berdasarkan jenisnya ada yang berupa zat organik maupun zat anorganik yang bisa menyebabkan pencemaran. Penanganan sampah berdasarkan jenisnya tersebut harus dipisahkan sehingga mudah dalam memindahkan dan mengolah di tempat pengolahan sebelum dibuang di tempat pembuangan akhir. Sampah-sampah tersebut disebut polutan yang dapat masuk ke dalam permukaan air, tanah maupun udara. Zat polutan jika tidak segera dipindahkan maka akan masuk ke dalam permukaan air misalnya di daerah rawa-rawa atau danau melalui selokan/got dimana suatu saat dapat menyumbat aliran air pada selokan/got tersebut sebagai penyebab terjadinya banjir dimana-mana ketika hujan lebat yang berlangsung lama selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu terutama di musim hujan. Semboyan yang biasa dijumpai dalam kehidupan masyarakat kita adalah semboyan: bersih itu adalah bagian dari iman. Tentu di dalam al-quran banyak pula dijelaskan di dalamnya tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Jika suatu lingkungan kita kurang bersih tentu akan berpengaruh pada segala aktivitas manusia di sekitarnya, baik di lingkungan tanah, air maupun udara. Lingkungan di sekitar kita harus selalu diupayakan bagaimana supaya tetap bersih dan jauh dari sumber-sumber polutan. Kesadaran dari masyarakat sangat pula diperlukan dalam mendukung salah satu program pemerintah tentang pentingnya hidup sehat dan sejahtera. Hidup sehat tentu sangat berkaitan dengan hidup sejahtera dimana seseorang yang sehat maka dengan sendirinya dapat berupaya semaksimal mungkin dalam meraut rezeki yang banyak guna memperoleh kesejahteraan yang tinggi dan tentu harus pula disertai dengan doa, karena hanya Allah SWT yang maha pemberi rezeki dan maha pemurah.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan sukses selalu. Selamat menunaikan amaliah Ramadhan.***











