STARNEWSID.COM, BONE — Sejumlah warga Kabupaten Bone yang terkendala biaya pendidikan anak-anaknya, karena ketidakmampuan ekonominya sangat mendukung program yang digulirkan Kadis Dikbud Bone, Andi Fajaruddin yang akan memberikan seragam sekolah gratis.
“Seragam sekolah gratis, dan beasiswa bagi murid dan siswa yang berprestasi perlu diberi apresiasi dan didukung,” ujar Mona Ramadhani, mahasiswi IAIN Bone.
Apalagi angka kemiskinan di Kabupaten Bone sudah mulai menurun ke 7%, dan anak tidak sekolah (ATS) di Bone masih banyak.

Bukan hanya orang tua, kalangan mahasiswa juga berharap agar program beasiswa dapat terealisasi. Mahasiswa mengaku ada yang tak dapat menerima program beasiswa kementerian lantaran terlambat kuliah.
“Kami memang berharap ada beasiswa dari pemerintah di daerah. Pasalnya, kalau bersumber dari program pusat jumlahnya terbatas,” ungkap, Mona Ramadhani.
Dia melanjutkan, ketika ada program yang digagas maka pihaknya selaku mahasiswa mendukung penuh dan bahkan siap membantu mengawal hingga betul-betul tepat sasaran.
“Senada dengan itu, Herianti salah seorang warga Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat mengatakan, bahwa pihaknya mendukung penuh program seragam sekolah gratis, karena bisa meringankan beban orang tua murid.
“Saya mendukung sekali, karena salah satu kendala yang kami alami yakni harus mengeluarkan uang besar hanya untuk seragam sekolah,” ungkapnya kepada Starnewsid.com.
Herianti mengatakan, saat ini ada dua anaknya sebentar lagi akan masuk ke sekolah tingkat SD dan SMP.
“Kalau bersamaan tamat, maka tentu ketika lanjut ke SMP sudah dipastikan mengeluarkan yang lebih banyak lagi biaya untuk pengadaan seragam,” tambahnya.
Dia bahkan memastikan mayoritas orang tua siswa mendukung penuh program seragam sekolah gratis.
“Saya jamin semua orang tua senang kalau seragam sekolah digratiskan. Kemudian tidak ada lagi anak putus sekolah dengan alasan terkendala faktor ekonomi,” tambahnya.
Hal yang sama diungkapkan, Muh Syahril, warga Kecamatan Patimpeng mengatakan, program seragam sekolah gratis akan banyak menyelematkan anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi.
“Harus diakui, memang ada anak-anak punya keinginan untuk sekolah, namun karena terkendala biaya dan minim perhatian pemerintah hingga akhirnya tidak dapat bersekolah,” ungkapnya.
Syahril bahkan mengatakan, program yang diluncurkan Kadis Pendidikan Kabupaten Bone akan menjadi langkah strategis menekan angka putus sekolah.
“Kalau sudah gratis seragam, dapat beasiswa juga. Maka beban kami pihak orang tua juga akan merasa ringan khususnya dari segi biaya,” tuturnya. (*)











