*Kepala Kesbangpol Sulsel, H. Asriadi Sulaiman membuka kegiatan Pekan Merdeka Toleransi
STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Staf Khusus Menteri Agama, H. Muhammad Nuruzzaman menyampaikan bahwa adanya Dialog dan Pekan Merdeka Toleransi yang digelar di Sulawesi Selatan mulai Sabtu (13/8/2022 ) merupakan momen penting untuk merawat kerukunan di tengah masyarakat dan umat.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Nuruzzaman ini bahwa inisiatif adanya Pekan Merdeka Toleransi ini merupakan salah satu terobosan penting untuk menaikkan indeks kerukunan, serta bagian dari ikhtiar merawat kerukunan di masyarakat.

Nuruzzaman juga menegaskan di hadapan ratusan peserta dialog bahwa Indonesia ada karena ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Khonghucu, serta keberagaman lainnya, maka mari jaga Indonesia dengan cara menjaga semua keberagaman tersebut, Pungkasnya disambut aplauss meriah.
Kepala Kesbangpol Sulsel, H. Asriadi Sulaiman membuka kegiatan Pekan Merdeka Toleransi yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan,(Sulsel), berkolaborasi dengan Pemerintah setempat dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Sulsel, Polda Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin dan sejumlah unsur lainnya.
Sebelum dibuka resmi, didahului Dialog Antartokoh Lintas Agama menghadirkan nara sumber Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Siti Cholisah dari Wahid Foundation, dan dari Staf Khusus Menteri Agama Muhammad Nuruzzaman.

Dikatakan, dengan adanya Pekan Merdeka Toleransi beragama ini menjadi momen yang baik untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memberikan ingatan sejarah persatuan masyarakat dari berbagai suku, budaya, dan agama untuk merebut kemerdekaan.
“Merdeka dalam Keberagaman dan Toleran dalam Perbedaan yang menjadi tema besar Kegiatan ini adalah bagian dari upaya memupuk kebersamaan dan saling menghormati kebebasan beragama dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia.” katanya.
Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni menyebutkan dalam sepekan ke depan sejak dibukanya acara dan Dialog hari ini, berbagai agenda sudah disiapkan dengan melibatkan masyarakat dan tokoh-tokoh lintas agama.

Kegiatan ini digelar hingga 20 Agustus 2022 dengan kepanitiaan yang juga dari lintas agama yang ada di Sulawesi Selatan. (*)












