Pertarungan Pilgub Sulsel 2024 akan Seru dan Ketat

*Pasangan Terkuat Bila ASS-Adnan Ditandemkan

STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) diisukan akan maju pada pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2024. Ia pun dikabarkan akan berpasangan dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Elektabilitas kedua pasangan ini memang begitu mencolok, sebab sama-sama memiliki suara pendukung yang banyak.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto mengatakan, jika kedua pasangan (ASS-Adnan) dipaketkan pada Pilgub Sulsel 2024 mendatang, pertarungan pun akan berakhir dengan proporsional.

Bacaan Lainnya

Mengapa demikian? Toh, ASS-Adnan merupakan pasangan yang kuat. Apalagi keduanya memiliki kekuatan politik yang dianggap seimbang.

“Kalau benar ASS dan Adnan dipaketkan saya rasa pertarungan di Pilgub akan berakhir dengan tidak proporsional, artinya pasangan ini akan menjadi terlalu kuat untuk dilawan siapapun,” kata Andi Ali Armunanto, Rabu (9/11/2022).

Apalagi menurutnya, lawan terkuat ASS adalah Adnan, dan sebaliknya pun begitu. Jadi, lanjut Andi Ali Armunanto, jika ASS dan Adnan berpaket pada Pilgub mendatang berarti membuang peluangnya (ASS-Adnan) untuk bisa memenangkan pertarungan.

Saat ini, dalam pandangannya, baru tiga nama yang bisa bersaing pada Pilgub mendatang, yakni Andi Sudirman Sulaiman, Adnan Purichta Ichsan dan mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin.

Ia menilai sisa-sisa calon gubernur nantinya, seperti Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mantan Pangdam XIV/HN Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki belum cukup mumpuni untuk bertarung di Pilgub.

Bagaimana bila Amran Sulaiman berpasangan dengan Adnan? Andi Ali Armunanto menegaskan dirinya tak bisa berspekulasi, sebab pilihan terbaik untuk Adnan yaitu Andi Sudirman Sulaiman.

“Walaupun Amran punya jaringan elit yang kuat di pusat dan dukungan pendanaan yang sangat besar, namun semua itu akan sia-sia kalau tidak mampu diaktualisasikan. Persoalannya adalah sosok Amran yang tidak merakyat. Walaupun basis koneksinya bisa dimanfaatkan untuk memobilisasi pemilih, namun faktor ketidakmerakyatan itu akan mempengaruhi hasil akhirnya,” ujarnya. (*)

Pos terkait