STARNEWSID.COM,PARANGLOE—– Bantuan untuk korban bencana longsor yang terjadi di desa Lonjoboko kecamatan Parangloe, Gowa terus mengalir.
Senin (21/11/2022) kemarin, giliran Pemkab Gowa yang memberikan bantuan. Dalam bencana longsor yang terjadi Rabu (16/11/2022) lalu, sembilan warga jadi korban. Tujuh meninggal dunia. Lima di antaranya warga Gowa. Dua lainnya selamat.
Selain menelan korban jiwa, lima rumah milik warga juga mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan, longsor yang terjadi di desa Lonjoboko menyisakan duka mendalam bagi Pemkab Gowa.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, pihaknya pun memberikan bantuan total Rp180 juta kepada keluarga korban longsor.
Baik ahli waris korban yang meninggal dunia, maupun yang terdampak longsor lainnya. Selain uang duka, Pemkab Gowa juga memberikan bantuan logistik.
“Apa yang terjadi dengan saudara kita adalah duka kita bersama. Hari ini kami membawa bantuan kepada keluarga terdampak dan keluarga korban. Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban keluarga,” ungkap Adnan disela memimpin Apel Gelar Kesiapsiagaan Pasukan dan Peralatan SAR, di Halaman SD Inpres Mala’lang Kecamatan Parangloe.
Pada kesempatan itu dirinya mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu, khususnya dalam membuka akses jalan agar bisa kembali dilewati oleh masyarakat.
“Terimakasih kepada TNI, Polri, jajaran Pemda, Tagana, Dinsos, Damkar, petugas kesehatan, PMI, BPBD, Manggala Agni, dan organisasi lainnya yang ikut terlibat hingga membersihkan material longsor dan membantu masyarakat terdampak hingga akses bisa dibuka dan dilalui kembali,” ucapnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengimbau agar semua kecamatan bersama tripika, desa/lurah membuat posko kesiapsiagaan. Apalagi prediksi BMKG tiga hari kedepan curah hujan akan tinggi.
“Kita harus bersiap untuk bisa membantu seluruh lapisan masyarakat dan mengantisipasi apabila terjadi musibah di waktu yang akan datang,” jelasnya.
Adnan juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar menjaga alam. Jangan merusak hutan atau menebang pohon sembarangan agar bencana seperti longsor ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Mari berkolaborasi. Jaga alam kita dengan tidak merusak hutan yang ada. Sebab merusak hutan, sama saja merusak alam semesta. Insyaallah kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pesannya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus menambahkan, dari total bantuan uang senilai Rp180 juta, masing-masing ahli waris yang keluarganya meninggal tertimpa longsor mendapatkan Rp15 juta, kemudian bantuan perbaikan rumah untuk rusak parah Rp25 juta dan rusak ringan dan sedang Rp15 juta.
“Ada lima ahli waris yang warga Gowa mendapat bantuan uang. Lima rumah rusak berat meliputi tiga rumah dan sedang dua rumah. Ditambah bantuan logistik,” sebutnya.(rus)












