STARNEWSID.COM, MAKASSAR -– Salah satu Pondok Pesantren Tertua di Sulsel yakni Pondok Pesantren Asadiyah Sengkang Kabupaten Wajo, Provinsi Sulsel dalam waktu dekat akan menggelar Muktamar Nasional XV, dimana pelaksanaannya dipusatkan di Pondok Pesantren Asadiyah, Kota Sengkang 11-13 November 2022 dengan mengangkat tema “Transformasi Nilai-nilai Washatiyyah As’adiyah Menuju Indonesia Tangguh dan Bermartabat“.

Hadir menemui Kakanwil dari unsur dari Pengurus Pusat Asadiyah, Dr KH Muhiddin Tahir (Waketum), dan KH Anwar Sadat, sementara dari Panitia Muktamar As’adiyah XV tampak Bunyamin Yapid (Ketua panitia), Alwi Muhammad (Sekertaris), Jamil Yunus, Daswar sementara dari pihak Yayasan As’adiyah, H. Hamdani Halim.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Muktamar XV Ponpes Asadiyah H. Bunyamin Yafid, bahwa Muktamar ini rencananya akan dibuka Menteri Agama, dan dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat diantaranya Gubernur Sulsel, Kapolda, Pangdam XIV Hasanuddin, pejabat pemerintah kabupaten dan kota, serta para ulama dan tokoh Asadiyah di seluruh Indonesia.

“Kami bertekad menyukseskan amanah besar Anregurutta dan ummat, karena Pondok Pesantren Asadiyah ini adalah milik ummat sehingga ketua umumnya dipilih lewat Forum Muktamar, dan kami mengajak para alumni Asadiyah dan semua ummat bisa mendoakan dan mensupor kami demi suksesnya Event Lima Tahunan,” harap KH. Muhyiddin Tahir
Kakanwil Kemenag Sulsel baik secara pribadi maupun kelembagaan sangat merespon serta siap memback up kegiatan Muktamar Asadiyah XV tahun 2022, seraya berharap selamat dan sukses atas pelaksanaannya.
“Insya Allah, kami akan bantu terkait rencana mendatangkan Menteri Agama dan kami juga akan minta jajaran Kemenag Kabupaten Kota se-Sulsel bisa ikut menyukseskan pelaksanaannya,” tandas Khaeroni
Menurut Khaeroni, Kementerian Agama khususnya di Sulsel menyadari betul peran dan fungsi serta sumbangsih Ponpes Asadiyah terhadap Indonesia, sebagai salah satu Pondok Pesantren tertua di Sulsel secara simultan melahirkan para tokoh dan para ulama yang konsisten menjaga keragaman, memelihara toleransi, mempertahankan NKRI serta menjaga tradisi Ahlussunah Waljamaah yang washatiyah.
“Saya bangga dan mengapresiasi Asadiyah terutama jelang muktamar yang diselenggarakan 5 tahunan, saya berharap muktamar ini benar-benar bisa menyatukan dan merapatkan barisan Asadiyah yang tersebar di seluruh tanah air dan luar negeri dalam mengembangkan nilai-nilai Moderasi Beragama serta melanjutkan komitmen para Muassis dan Anregurutta sebagai penjaga keutuhan bangsa,” ungkap Kakanwil. (*)












