40 Tahun Dikuasai Asing, Akhirnya Bandara Sorowako Diserahkan ke Pemprov. Sulsel

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap, langkah ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

STARNEWSID.COM, SOROWAKO Bandara Sorowako yang berlokasi Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, resmi menjadi aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Penandatanganan dan serah terima Bandara Sorowako dilakukan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman pada acara Hari Jadi ke-19 Tahun Kabupaten Luwu Timur, pada 12 Mei 2022.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap, langkah ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Bacaan Lainnya
Bandara Sorowako, Luwu Timur, setelah 40 tahun dikuasai asing, akhirnya dikembalikan ke Pemprov Sulsel.

“Optimalisasi sistem transportasi Bandara Sorowako akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru ke depan. Tetap semangat sekaligus apreasiasi kepada PT Vale atas komitmen bagi masyarakat sekitar,” kata Andi Sudirman Sulaiman, dalam keterangan resmi dari Diskominfo-SP Pemprov Sulsel, Rabu (27/7/2022).

Ada tiga objek yang diserahkan PT Vale, yakni lahan seluas 25,4 hektare (ha).

Kemudian, barang bergerak berupa aset-aset yang berfungsi sebagai sarana dan prasana yang mendukung pengoperasian Bandara Sorowako, serta pengelolaan jasa kebandarudaraan atas Bandar Udara Sorowako di Luwu Timur.

Dalam proses pengalihan dari penerbangan privat menjadi publik, butuh perjalanan wacana yang bertahun-tahun lamanya.

Sebelumnya telah diusahakan oleh beberapa Gubernur terdahulu. Namun, di era kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman, Pemprov Sulsel dapat mengambil alih Bandara Sorowako dalam kurung waktu hanya setahun. Bandara Sorowako diketahui dibangun sejak tahun 1980-an.

Bandara Sorowako, Luwu Timur sudah bisa dipakai untuk penerbangan umum.

Tahapan prosesnya dimulai pada 30 April 2021, tanda tangan MoU penyerahan hibah Bandara Sorowako antara Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk.

Kemudian, pada 29 Desember 2021 tanda tangan perjanjian hibah Bandara Sorowako antara Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman dengan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk.

Selanjutnya proses serah terima pada 12 Mei 2022 dengan penandatanganan akta pelepasan Bandara Sorowako antara Gubernur dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk.

Bandara Sorowako di Luwu Timur, Sulsel

Ketua PB Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya, Saldi Kaso menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel.

“Apresiasi kepada Pemerintah Sulawesi Selatan, dalam hal ini Gubernur Sulsel, pada masa pemerintahannya telah berhasil mengambil bandara Sorowako yang sebelumnya dikuasa oleh PT Vale dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya sifatnya private menjadi komersil,” ungkapnya.

PT Vale menghibahkan Bandara Sorowako ke Pemprov Sulsel.

“Karena ini akan berefek bagi masyarakat itu sendiri yang ada di Luwu Timur sebagai layanan akses. Dan juga sebagai sumber pendapatan daerah,” tambah dia.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Pemprov Sulawesi Selatan, Amson Padolo dalam kesempatan terpisah menuturkan alasan Gubernur Andi Sudirman memperjuangkan pengambilalihan Bandara Sorowako menjadi aset pemprov.

“Jadi, intinya untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan. Jadi Luwu Timur boleh dikata daerah yang terjauh. Untuk mempersingkat waktu pelayanan dengan penerbangan itu. Ini kebanggaan kita seluruh masyarakat Sulsel, setelah 40 tahun dikuasai asing, kembali jadi aset milik pemprov Sulsel,” ujar Hamson. (*)

Pos terkait