100 Hari Kerja Wali Kota Makassar, Ini Program Inovatif untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera

STARNEWSID.COM, MAKASSAR – Inilah program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dibawah kepemimpinan, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham yang berlangsung menerapkan visi-misi dan program kerjanya.

Diketahui bersama, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. Adapun program-program prioritas yang tertuang dalam Sapta MULIA mulai menunjukkan geliat, meskipun sebagian besar masih dalam tahap penyiapan regulasi, perencanaan anggaran, hingga pembangunan fisik awal.

1. Seragam Sekolah Gratis: Program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP Negeri telah disiapkan melalui anggaran hasil efisiensi senilai Rp11,49 miliar. Pemkot juga telah melakukan pendataan UMKM penjahit di seluruh kecamatan untuk memberdayakan pelaku usaha lokal dalam penyediaan seragam.

Bacaan Lainnya

2. Gratis Iuran Sampah: Untuk rumah tangga kategori miskin ekstrem, Pemkot tengah merampungkan regulasi terkait retribusi sampah melalui Perda/Perwali. Dinas Lingkungan Hidup juga telah melakukan kajian potensi kehilangan PAD akibat pembebasan iuran ini.

3. Pemasangan Instalasi Air Bersih Gratis: Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun hingga kini dirampungkan progres di PDAM.

4. Pembangunan Stadion Sepak Bola: Pemkot mengalokasikan anggaran multi-tahun untuk pembangunan stadion modern. Tahun ini difokuskan pada studi kelayakan (FS) dan analisis dampak lingkungan serta lalu lintas dengan total anggaran awal Rp2,3 miliar.

5. Mulia Berjasa – Jaminan Sosial Terpadu: Pemkot telah menganggarkan puluhan miliar untuk tambahan peserta BPJS kategori PBI (Penerima Bantuan Iuran), termasuk penguatan layanan Posyandu dan peningkatan kelayakan bangunan Puskesmas.

6. Makassar Super Apps: Aplikasi super berbasis integrasi dengan 74 layanan publik dari 358 website. Untuk Makassar Apps aplikasi Pemkot kini tengah dalam pengembangan. Nama resmi dan sistem layanan digitalnya akan segera diumumkan oleh Wali Kota.

7. Makassar Creative Hub: Fasilitas co-working space di tiap kecamatan mulai dirintis. Di Pantai Losari, pembangunan fisik Makassar Creative Hub (MCH) telah dimulai dengan gabungan dari Dinas PU dan Dinas Pariwisata.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dibawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (Appi-Aliyah), berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di wilayah kepulauan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan yang mengabdikan diri tanpa lelah di wilayah kepulauan Makassar,” ujar Appi, usai update menuju 100 hari program MULIA, Kamis (29/5/2025).

Selain itu, Pemkot Makassar akan memberikan tunjangan tambahan sebesar Rp2,5 juta per bulan bagi guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu. Dan pulau-pulau yang tergolong terluar dari wilayah Kota Makassar. Sementara itu, untuk guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau yang lebih dekat, seperti Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo, akan diberikan tunjangan sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Munafri menjelaskan bahwa kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tantangan geografis yang harus dihadapi oleh para tenaga pengajar dan medis setiap hari. “Kita melihat paling pertama adalah, lokasinya harus menyeberang laut dan sebagainya. Karena itu, kita juga akan menyediakan transportasi khusus untuk mereka, agar dalam proses bolak-balik tidak mengeluarkan biaya sendiri,” jelasnya.

Terkait pemasangan Instalasi Air Bersih Gratis, Plt Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad menyampaikan siap mengeksekusi program prioritas wali kota. Sebagai leading sector, PDAM akan mengidentifikasi rumah tangga yang tepat untuk menerima program ini. Ia tak memungkiri, direksi sebelumnya sudah menyiapkan data calon pelanggan yang akan menjadi sasaran. Sisa meninjau dan memastikan kesiapan masyarakat.

PDAM sudah menyiapkan data by name by adress di lima kecamatan yang akan disasar. Untuk tahap awal, PDAM menjangkau masyarakat kurang mampu yang ada di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate. 200 lebih masyarakat berpenghasilan rendah di Barombong yang menjadi calon penerima manfaat program ini. Adapun program ini hanya menyasar masyarakat kurang mampu dengan indikator rata-raya penggunaan listriknya 400 watt.

Program ini hanya berlaku untuk pemasangan baru masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah. Kedepan, untuk pemakaian setiap bulannya tetap akan dibayar. Gratis pemasangan sambungan air PDAM ini salah satu program prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham.

Pembangunan Stadion Sepak Bola, Pasangan dengan Akronim MULIA ini, akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,3 miliar, untuk penyusunan Feasibility Study (FS), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Stadion Untia. Anggaran ini dialokasikan melalui DPA parsial, dari APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2025. Ketiga dokumen ini menjadi fondasi utama, dalam memastikan proyek stadion dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir merinci, dari total anggaran, Rp1 miliar digunakan untuk penyusunan FS, Rp1 miliar untuk Amdal, dan Rp300 juta untuk Andalalin. “Langkah awal pembangunan Stadion Untia ini menggunakan anggaran dari DPA parsial, dengan total alokasi sebesar Rp2,3 miliar untuk tiga item penting, sebagai fondasi proyek,” jelasnya, Jumat, (30/5/2025).

Dengan luas lahan sekitar 23 hektare, Stadion Untia direncanakan sebagai pusat olahraga representatif, yang dapat mengangkat potensi ekonomi lokal, serta membuka peluang pariwisata berbasis event olahraga di wilayah utara Makassar. “Ini aksi nyata sesuai program unggulan pak Wali dan ibu Wawali. Bukan hanya pusat olahraga, tapi juga ikon baru kota ini,” tambah Zuhaelsi.

Adapun program prioritas lainnya seperti seragam sekolah gratis yang kini menjadi sebuah program menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, di Makassar dengan mengalokasikan dana sebesar Rp11,49 miliar bersumber dari hasil recofusing dan efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, mengatakan, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program pembagian seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa-siswi SD dan SMP Negeri. “Ini adalah bagian dari program 100 hari kerja pak Wali Kota. Anggaran hasil recofusing efisiensi anggaran di Dinas Pendidikan, Rp11,49 miliar untuk perlengkapan seragam sekolah gratis SD dan SMP di Makassar,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025).

Program ini bukan sekadar bantuan material. Ini adalah wujud nyata kepedulian bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak melangkah ke sekolah. Ini adalah bagian dari janji Appi-Aliyah, bahwa pendidikan harus inklusif, merata, dan tidak boleh ada yang tertinggal hanya karena soal biaya. “Kami menargetkan, seluruh seragam telah selesai didistribusikan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli mendatang,” terangnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar meluncurkan langkah strategis dengan melibatkan lebih dari 500 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjahit seragam sekolah bagi siswa kelas 1 SD dan SMP. Pemberdayaan ini nantinya akan melibatkan 52 ketua kelompok untuk mengoordinasi proses produksi dan pengadaan melalui e-Katalog. Setelah pendaftaran lewat website. (**)

Pos terkait