STARNEWSID.COM ACEH —- ,Bener Meriah – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kebun Perbenihan Kopi Rimba Raya KM 60, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas bibit kopi yang akan menjadi fondasi peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Kopi Gayo di pasar dunia.
Dalam peninjauan tersebut, Mentan Amran menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas pembibitan yang dinilai telah dikelola dengan sangat baik. Menurutnya, bibit unggul merupakan faktor utama untuk menghasilkan kebun produktif yang mampu meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.
“Kami sangat puas. Pembibitannya sangat bagus, betul-betul dikawal. Saya mengapresiasi Direktur, jajaran di wilayah Aceh, dan para PPL yang bekerja dengan baik mendampingi petani,” kata Mentan Amran.

“Insyaallah tahun depan kita tingkatkan lagi. Yang penting tanaman ini dirawat dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujarnya.
Menurut Mentan Amran, besarnya potensi Kopi Gayo tidak hanya terlihat dari kualitasnya, tetapi juga dari pengakuan dunia terhadap komoditas unggulan asal Aceh tersebut. Ia mengaku memiliki pengalaman yang membekas saat melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina.
“Kopi ini sudah mendunia. Saya masih ingat ketika melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina, saya bertemu Presiden Amerika Serikat ke-42 Bill Clinton. Yang dibahas justru Kopi Gayo. Saya terharu karena itu menunjukkan Kopi Gayo benar-benar sudah dikenal dunia. Karena itu kita harus terus membantu petani kopi, termasuk di Aceh,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit berkualitas menjadi langkah strategis untuk memperbesar produksi sekaligus meningkatkan daya saing Kopi Gayo di pasar internasional. Ia optimistis komoditas unggulan Aceh tersebut mampu menjadi salah satu motor penggerak ekspor perkebunan nasional.
“Bagaimana Kopi Gayo menggetarkan dunia. Bila perlu seluruh dunia mencicipi Kopi Gayo. Sekarang nilai ekspor kopi kita sudah mencapai sekitar Rp40 triliun. Ke depan harus kita dorong menjadi Rp100 triliun, bahkan kalau bisa Rp200 triliun. Potensinya sangat besar,” tegas Mentan Amran.
Mentan Amran menambahkan, tren kenaikan harga kopi yang kini mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, dibandingkan sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram, menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat produksi sekaligus memperbaiki tata niaga agar nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh petani.

“Kita ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

“Potensinya sangat besar. Masyarakatnya pekerja keras, pemerintah daerah juga sangat mendukung. Karena itu, tahun depan kita bantu lagi agar Kopi Gayo semakin maju dan petaninya semakin sejahtera,” pungkas Mentan Amran.(*)











