STARNEWSID.COM, MANOKWARI — Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung kebijakan ramah lingkungan pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Salah satu bentuk dukungan itu diwujudkan melalui ajakan kepada seluruh peserta dan official untuk membawa tumbler dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kebijakan tersebut diterapkan panitia nasional kepada seluruh peserta, ofisial, dan panitia.
Langkah ini dilakukan untuk menekan produksi sampah plastik selama pelaksanaan Pesparawi yang akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Sekretaris Panitia Pemberangkatan Kontingen Pesparawi Sulsel, Stevi Margareth, mengatakan penggunaan tumbler merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan setiap peserta untuk menjaga lingkungan.
“Pesparawi bukan hanya tentang lomba atau kompetisi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Karena itu kami mengajak seluruh peserta membiasakan membawa tumbler sendiri,” kata Stevi di Kota Manokwari, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut ASN pada Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel ini, gerakan bebas sampah plastik sejalan dengan semangat ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. Program ini mendorong umat beragama untuk terlibat aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup.
Ekoteologi menempatkan pelestarian alam sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama. Melalui pendekatan ini, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab moral dan spiritual.
Kementerian Agama sendiri terus mengampanyekan penguatan kesadaran ekologis di lingkungan umat beragama. Berbagai kegiatan keagamaan didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, termasuk pengurangan sampah plastik dan pengelolaan sumber daya secara bijak.
“Merawat bumi adalah bagian dari wujud syukur kepada Tuhan. Kami berharap peserta Pesparawi dapat menjadi contoh dalam menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Stevi.
Pesparawi Nasional XIV akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat. Selain menjadi ajang seni paduan suara gerejawi terbesar di Indonesia, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan membawa tumbler dan mengurangi plastik sekali pakai, peserta diharapkan ikut berkontribusi menjaga kebersihan tanah, sungai, dan laut Papua. Langkah sederhana itu diyakini dapat memberi dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama oleh ribuan peserta. (AB)











