Setelah Viral, Akhirnya Jembatan Gantung Reyot di Tana Toraja Diperbaiki

Jembatan Reyot namanya. Jembatan ini pernah rusak parah dan warga pun perlu ekstra bila melintas di jembatan ini. Pemkab Tana Toraja telah memperbaikinya dengan menggelontorkan anggaran Rp100 juta lebih.

Warga Sudah Bisa Menikmati Kenyamanannya

STARNEWSID.COM, TANA TORAJA — Jembatan gantung reyot akses penghubung Desa Sarapeang dan Kelurahan Rembon, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) rampung diperbaiki. Para pelajar yang berjibaku ke sekolah, kini tak lagi harus bertaruh nyawa menyeberangi Jembatan Reyot.

Jembatan gantung tersebut telah direnovasi Pemkab Tana Toraja. Tali besi penyangga di kiri dan kanan jembatan yang dulunya hampir putus, sudah diganti. Jaring-jaring pengaman di dua sisi jembatan juga sudah diperbaiki dan diganti baru.

Para pelajar yang bersekolah lewat jembatan ini, perlu hati-hati karena nyawa taruhan-nya.

Bahkan, lantai jembatan yang dulunya berbahan kayu dan berlubang di beberapa titik sehingga ditambal warga dengan potongan kayu seadanya, juga sudah diganti dengan pelat besi. Sehingga kendaraan roda dua kini bisa melintasi jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Warna jembatan juga cukup mencolok dari kejauhan. Tiang jembatan dicat hijau, sementara lantai dan jaring pengaman di kiri kanan jembatan dicat warna biru.

Akses jembatan ini ditutup petugas ketika dianggap sudah membahayakan jiwa.

“Puji Tuhan sudah bagus kak. Kita tidak takut lagi kalau mau ke sekolah,” kata Ester (10) siswa SDN 13 Rembonl, Senin (29/8/2022).

Salah seorang warga Desa Sarapeang, Herman mengungkapkan, beberapa hari setelah viral dan akses jalan ditutup, Pemkab Tana Toraja langsung datang melihat kondisi jembatan gantung tersebut. Kemudian kata dia, langsung diumumkan ke warga jika akan diperbaiki secepatnya.

“Setelah diberitakan itu langsung ada Pemkab yang datang, dan langsung umumkan mau diperbaiki. Sekarang sudah bagus,” ujarnya.

Kini sudah nyaman dan aman dilalui, setelah Pemkab Tana Toraja merenovasinya.

Herman pun sangat berterima kasih kepada Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung yang cepat tanggap mengambil tindakan. Tak hanya itu, mewakili masyarakat Sarapeang, Herman juga berterima kasih kepada awak media yang menurutnya terus-menerus memberitakan kondisi jembatan penghubung tersebut, sehingga segera diperbaiki.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Tana Toraja karena cepat ambil tindakan. Seandainya beritanya tidak viral, pasti jembatan tidak diperbaiki,” tutur Herman.

Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan itu memang sangat memprihatinkan sekali. Jembatan tampak hanya beralas kayu, lantainya sudah mulai kelihatan lapuk. Bagian lantai jembatan bahkan sudah jebol beberapa titik. Jembatan ini pun viral setelah pelajar menantang maut melewati jembatan untuk bersekolah.

Diketahui, Pemkab Tana Toraja membenahi Jembatan Gantung Reyot menelan anggaran Rp 100 juta. Beberapa komponennya dibenahi. Diantaranya tali besi penyangga, alas kayu yang sudah lapuk, dan jaring pengaman yang berada di dua sisi jembatan.

Sekarang masyarakat sudah bisa melintas di jembatan ini dengan aman. Herman, salah seorang warga setempat berharap, agar warga menjaga jembatan ini dengan baik, karena kita menggunakannya bersama-sama. (tts)

Pos terkait