STARNEWSID.COM, SINJAI — Buntut mogok belajar dan unjuk rasa penolakan 4 siswa titipan yang terjerat kasus pembunuhan, Kepala SMAN 5 Sinjai, Aliyuddin dicopot dari jabatannya.
Unjuk rasa yang digelar ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Sinjai, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan akhirnya berakhir.

Sementara tuntutan pelajar yang menolak 4 siswa titipan dari Bapas atas kasus pembunuhan juga telah terpenuhi.
Unjukrasa pelajar SMA Negeri 5 Sinjai, Kabupaten Sinjai yang menolak kebijakan pihak sekolah untuk menerima 4 orang siswa sebagai pelajar titipan dari Bapas atas kasus pembunuhan akhirnya membuahkan hasil.

“Benar bahwa sesuai dengan surat keputusan bahwa Kepala Sekolah dijabat oleh pelaksana harian dan tugas pelaksana harian ini terhitung sejak Senin kemarin,” kata Madalle Agil, Pengawas SMA Negeri 5 Sinjai, Selasa (30/8/2022).
Kepsek sebelumnya, Aliyudin kini ditarik ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelaksana Harian Kepsek SMA Negeri 5 Sinjai, Sabri mengatakan, dia diperintahkan menjadi pelaksana harian dan melakukan tugas-tugas kepala sekolah sebelumnya yang ditarik ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.


“Sementara untuk siswa titipan Bapas, dari Dinas Pendidikan Provinsi sementara mencari solusi bagaimana agar siswa tersebut dapat mendapatkan layanan pendidikan yang layak sebagaimana haknya sebagai narapidana anak-anak di Bapas,” kata Sabri, Selasa (30/8/2022).
Setelah mogok belajar selama tiga hari, siswa-siswi SMAN 5 Sinjai kembali belajar. Suasana sekolah pun tampak normal. Guru-guru pun kembali mengajar. (*)










