STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Selama ini perayaan HUT Kemerdekaan RI selalu identik upacara di lapangan. Namun, PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Cabang Makassar punya cara yang unik dan menyenangkan. Tepat pada hari Sabtu 17 Agustus tahun 2024, PDGI Cabang Makassar lebih memilih tempat di Sanggar Belajar Wira Damai Malaysia untuk merayakan Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia bersama anak-anak stateless di Malaysia.
Anak-anak tenaga kerja Indonesia yang tanpa kerakyatan ini mempunyai keterbatasan akses pendidikan formal, dan akses kesehatan, sehingga kurangnya pengetahuan mengenai wawasan kebangsaan dan pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut, sehingga PDGI Cabang Makassar mempunyai tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Oleh karena itu pada perayaan HUT RI yang ke 79 tahun ini, PDGI Cabang Makassar ikut mengambil peran dalam rangka memberikan akses informasi serta pengetahuan kepada anak anak stateless dengan melaksanakan beberapa kegiatan berupa penyuluhan dengan topik literasi, wawasan kebangsaan, latihan menyikat gigi, serta materi motivasi.
Menurut Dr. drg. Eka Erwansyah, Sp.Orto(K) selaku ketua PDGI Cabang Makassar pada acara puncak atau tanggal 17 Agustus 2024 ada pesta rakyat seperti perlombaan makan kerupuk, lomba ambil spidol, lomba lari kelereng. Selain dimeriahkan dengan permainan rakyat, di sanggar belajar juga dilaksanakan Upacara Kemerdekaan yang berlangsung khidmat. Pesertanya macam-macam, ada dari anggota PDGI Makassar, Prodi Magister Ilmu Kedokteran Gigi Unhas, Yayasan Anak Bangsa Ajjapanggeng, anak anak Sanggar Belajar Wira Damai, guru guru pendamping. Lanjut drg. Eka mengatakan Program kami bersifat tematik dan kontekstual sehingga lebih aplikatif dan juga mendapatkan respon yang baik dari peserta dan juga orang tua. Kami berusaha agar Sanggar Belajar ini bisa menjadi wadah penyaluran kreasi dan pengembangan diri anak-anak disini yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan.
Menurut Prof. Dr. drg. Rasmidar Samad, MS Pembina Yayasan Ajjapangeng mengatakan bahwa kami berusaha memberikan ruang belajar untuk anak anak di sini untuk bisa mengasah keterampilan dan juga sebagai penunjang kegiatan belajar mereka di sanggar. Nilai dan keterampilan yang ingin ditanamkan kepada anak anak, di antaranya memiliki wawasan kebangsaan, mampu berkomunikasi dengan baik, menunjukkan sikap peduli sesama dan lingkungan, dan berkepribadian yang seimbang. Kami berharap, program Sanggar Belajar yang ada di Malaysia ini bisa lebih dikenal dan dapat lebih memberikan dampak kepada anak-anak.
Menurut ketua panitia drg. Fuad Husain Akbar, MARS Ph.D, kegiatan ini dilakukan secara kolaborasi dengan beberapa pihak seperti KBRI, SB Wira Damai, Yayasan Ajjapangeng anak bangsa, Prodi Magister Ilmu Kedokteran Gigi Unhas, dan berharap dengan digelarnya acara dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ini bisa mengobati kerinduan anak anak karena sebelumnya tidak ada kegiatan seperti ini, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme serta menambah wawasan kebangsaan anak anak.(*)











