STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Ibarat sebuah jam pasir yang terbalik, setiap butir pasir menandai inovasi, tantangan, bahkan kegelisahan yang mengisi ruang ruang redaksional pemilik media siber.
Di Sulawesi Selatan misalnya, pemilik media digital yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang kini dipimpin Anwar Sanusi menggelar rapat akhir tahun di Sekretariat SMSI Provinsi Sulawesi Selatan, Pasar Segar Ruko RB 3, Kecamatan Panakkukang, Sabtu, 27 Desember 2025.
Rapat akhir tahun mengagendakan ‘Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja tahun 2025, sekaligus menyusun strategi 2026’ itu dihadiri Sekretaris SMSI–Mappiar, maupun Wakil Ketua Bidang Organisasi (Iksan Djirong), dan Bendara—Elien Marlina, Wakil Sekretaris Syahrir, bersama jajaran SMSi Sulawesi Selatan lainnya.

Sedangkan yang telah melakukan Muskab namun belum pelantikan kepengurusan yakni, Pangkep, Parepare, Sidrap, dan Soppeng.
“Saat ini yang sudah mengajukan permintaan Muskab adalah Maros, Takalar, Jeneponto, Selayar, serta Toraja,” jelas Anwar Sanusi, seraya menambahkan, sekilas data yang dimiliki tahun 2025, SMSI berada pada jalur yang tepat untuk menjadi penjaga integritas digital di tanah air, khususnya di Sulawesi Selatan.
Selain itu, rapat akhir tahun juga membahas sejumlah agenda penting tahun 2026. Misalnya, perekrutan anggota baru—dengan tetap mengutamakan penguatan kualitas SDM, sekaligus menjaga marwah SMSI baik intra maupun ekstra. Termasuk persiapan menghadiri Hari Pers Nasional yang akan dihelat Februari mendatang. Serta, sejumlah event kerjasama, sebut saja, Muharram Fun Run, dan Indonesia Hajj—Umrah Forum dan Expo yang akan dihelat di Claro Hotel pertengahan 2026.

Tahun depan juga, salah satu konstituen dewan pers ini juga tidak lagi sekadar menulis, tidak pula memanfaatkan ‘keramaian’ sebagai kerumunan berita, melainkan menarasikan semangat akan masa depan yang lebih terhormat dan lebih elegan. Dan masa depan itu harus adil, aman, serta dapat dipahami setiap warga digital di tanah air, khususnya di Sulawesi Selatan.
Tentunya, dengan semangat itu pula, SMSI siap melangkah ke tahun 2026 dengan agenda yang lebih ambisius, namun tetap berlandaskan pada nilai‑nilai jurnalistik yang kritis, bertanggung jawab, dan inklusif .
Sebab, SMSI adalah cermin yang memantulkan wajah kemanusiaan Sulawesi Selatan dan ke Indonesiaan. Ibarat menyerahkan makanan, SMSI Sulawesi Selatan tidak sekadar menyerahkan bungkusan makanan. Bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. SMSI membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati. Itulah SMSI.
Di tahun depan nantinya sebagai seorang pewarta di media siber, sekaligus pemilik media, jajaran SMSI telah membekali diri, bahwa kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan. Melainkan, kedalaman, verifikasi, dan empati.
Karenanya, usai rapat evaluasi 2025 dan jika kembali ke ruang redaksi masing-masing, jajaran SMSI Sulawesi Selatan menulislah dengan hati. Selamat tinggal, 2025. Tahun 2025 mengajarkan bahwa, kecepatan, kecanggihan teknologi, dan keterbukaan tidak dapat mewakili kejujuran, rasa tanggung jawab, dan keberanian untuk mengangkat suara‑suara yang terpinggirkan.
Selamat datang, 2026. Selamat datang energi baru yang dinamis dan penuh gairah. Selamat datang Tahun Kuda Api (Fire Horse)– astrologi Tiongkok, kuda melambangkan kebebasan, kecepatan, dan semangat yang tak kenal lelah. “Mari kita sambut dengan semangat baru, tekad yang tak tergoyahkan, dan layar yang selalu bersinar untuk kebenaran. SMSI Jaya!!! (*)











