Pesawat ATR Hilang Kontak dan Diduga Jatuh di Sekitar Kawasan Leang-leang Maros

Ilustrasi

STARNEWSID.COM, MAROS — Bandara Adisutjipto menegaskan proses pre-flight dilakukan sesuai aturan sebelum pesawat ATR dengan registrasi PK-THT hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat dijadwalkan terbang Yogyakarta–Makassar pukul 08.08 WIB dan tepat waktu meninggalkan landasan.

“Saya sampaikan benar pesawat Papakilo Hotel Tanggo yang dioperatori Indonesia Air Transport, tadi pagi berangkat dari Bandara Adisutjipto JOG,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Wibowo Cahyono Soekadi di bandara.

Ia menegaskan pengecekan menyeluruh sudah dilakukan sesuai SOP, mulai dari pengamanan X-ray hingga security check procedure.

Bacaan Lainnya

“Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding. Menuju ke Makassar,” katanya

Wibowo memastikan pesawat mengangkut 11 orang. Terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Soal tipe ATR yang mengudara, ia menyerahkan klarifikasi resmi kepada Kementerian Perhubungan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam holding statement mengonfirmasi laporan awal hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034. Pesawat buatan 2000 nomor seri 611 itu dipiloti Capt. Andy Dahananto.

Di Makassar, Basarnas mengungkap pesawat yang hilang kontak di Maros disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan. Alarm pertama diterima pukul 13.17 WITA.

“Pesawat tersebut dioperasikan atau disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujar Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar.

“Pesawat tersebut membawa total 11 orang, terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang yang berada di dalam pesawat,” katanya lagi.

Berdasarkan manifes penerbangan, jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) sebanyak 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.
Adapun daftar kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut yakni Kapten Andy Dahananto (pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Sementara tiga penumpang yang tercatat dalam manifes adalah Deden, Ferry, dan Yoga.

Posisi terakhir pesawat dilacak berada di Leang-leang, Maros, pada koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.

Di sisi lain, akun Instagram Ekowisata Bulusaraung mengunggah video benda-benda yang disebut sebagai serpihan pesawat. Rekaman memperlihatkan perlengkapan terbakar bertebaran di tanah. Unggahan menyebut lokasi di puncak Bulusaraung, tetapi belum dikonfirmasi otoritas penerbangan.

Tim gabungan TNI dan Basarnas kini menggeser pencarian ke Leang-leang setelah laporan warga melihat asap dan mendengar dentuman keras dari kawasan karst.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut prajurit sudah bergerak merespons laporan.

“Mudah-mudahan ini lokasi jatuhnya, sesuai dengan laporan warga yang sebelumnya mendengar suara ledakan,” kata Mayjen Bangun Nawoko.

Sementara itu, tim Basarnas Makassar segera mengirimkan personel ke lokasi untuk melakukan penelusuran. Titik terakhir pesawat terpantau berada di kawasan Leang Leang, Kabupaten Maros, Sulsel.

Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima informasi kehilangan kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA menyebutkan pesawat ATR 400 rute Yogyakarta-Makassar ini hilang kontak di sekitar Leang-leang. “Saat ini tim kami sudah bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir komunikasi,” kata Andi Sultan.

Hingga kini, Basarnas bersama instansi terkait masih melakukan upaya pencarian untuk memastikan keberadaan pesawat dan keselamatan seluruh kru serta penumpang.

Diketahui Pesawat tersebut berangkat dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar. Berdasarkan laporan awal, di dalamnya terdapat 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. (*)

Pos terkait