Penulis
Prof. Fuad Husain Akbar., drg., MARS., Ph.D., FISQua
Ketua Departemen Penelitian dan Publikasi Ilmiah Periode 2025-2030
Menjelang pelantikan kepengurusan baru, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Selama ini, dokter gigi kerap dipandang sebatas tenaga klinis yang bekerja di ruang praktik. Padahal, di balik pelayanan tersebut terdapat ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, dan data kesehatan yang sangat berharga untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Di sinilah PDGI Sulselbar mengambil posisi strategis: menjadi jembatan antara ilmu, praktik, kebijakan, dan masyarakat.
PDGI Sulselbar memandang bahwa organisasi profesi yang kuat harus bertumpu pada pengembangan keilmuan dan riset berbasis kebutuhan daerah. Kondisi geografis Sulselbar yang memiliki wilayah pesisir, kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan menuntut pendekatan yang berbasis data lokal, bukan sekadar meniru kebijakan dari pusat.

Ilmu pengetahuan akan kehilangan makna jika tidak diterapkan dalam praktik nyata. Sebaliknya, praktik klinis tanpa dasar ilmiah yang kuat berisiko tidak berkelanjutan. PDGI Sulselbar hadir untuk menjembatani keduanya.
Pengalaman dokter gigi di praktik sehari-hari baik di klinik, puskesmas, maupun praktik mandiri akan menjadi sumber pembelajaran berharga yang dapat dikembangkan menjadi panduan praktik terbaik (best practices). Dengan demikian, pelayanan kesehatan gigi tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
PDGI Sulselbar Perkuat Peran Strategis: Menjembatani Ilmu, Praktik, Kebijakan, dan Kepentingan Masyarakat
Melalui rekomendasi berbasis hasil penelitian dan pengalaman lapangan, PDGI Sulselbar berupaya menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan program kesehatan, pencegahan stunting, peningkatan literasi kesehatan gigi, serta pemerataan pelayanan dokter gigi. Dengan pendekatan ini, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
PDGI Sulselbar menyadari bahwa hasil penelitian dan diskusi ilmiah tidak boleh berhenti di ruang akademik. Oleh karena itu, organisasi ini berkomitmen untuk menerjemahkan ilmu pengetahuan ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Edukasi kesehatan gigi dan mulut akan disampaikan melalui berbagai media, baik secara langsung maupun digital, dengan pesan yang sederhana, praktis, dan aplikatif. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi objek pelayanan, tetapi juga subjek yang sadar dan peduli terhadap kesehatan gigi dan mulutnya sendiri.
Dengan semangat kepengurusan baru, PDGI Sulselbar ingin menegaskan bahwa organisasi profesi harus relevan dengan zamannya. PDGI tidak hanya hadir untuk kepentingan internal anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap masyarakat.
Melalui penguatan peran sebagai penghubung antara ilmu, praktik, kebijakan, dan masyarakat, PDGI Sulselbar optimistis dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut, sekaligus memperkuat posisi dokter gigi sebagai bagian penting dari pembangunan kesehatan daerah.
Pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan PDGI yang lebih ilmiah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat Sulselbar. (*)











