STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Inovasi kegiatan keumatan kembali dihadirkan oleh Ketua Masjid Khaerullah BTP Blok A, Prof. drg. Fuad Husain Akbar, MARS., Ph.D., FISQua, melalui program wisata religi yang dikemas dalam kegiatan Halal Bihalal di Pulau Lae-Lae, Makassar.
Kegiatan bertajuk “Wisata ke Pulau Lae-Lae” ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga dirancang sebagai ruang penguatan ukhuwah Islamiyah, kebersamaan keluarga, serta refleksi spiritual pasca-Ramadan.

Konsep Wisata Religi yang Edukatif dan Inklusif
Berbeda dari kegiatan halal bihalal pada umumnya, program ini mengintegrasikan unsur:
Religius: mempererat silaturahmi dan nilai kebersamaan
Sosial: memperkuat interaksi lintas keluarga dan generasi

Ekowisata: edukasi menjaga kebersihan dan kelestarian pulau
Pulau Lae-Lae dipilih karena lokasinya yang strategis, hanya sekitar 10–15 menit dari Makassar, serta memiliki keindahan alam berupa pantai pasir putih dan air laut yang jernih.
Rundown Kegiatan Terstruktur
Peserta akan memulai kegiatan sejak pagi hari dengan titik kumpul di dermaga, kemudian berangkat menuju pulau menggunakan perahu. Setibanya di lokasi, peserta diberikan waktu untuk menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, santai bersama keluarga, hingga dokumentasi.

Kolaborasi Keumatan
Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara: Masjid Khaerullah BTP Blok A, Majelis Taklim Khaerunisa (MT Khaerunisa)
Sinergi ini menjadi contoh nyata penguatan peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan umat.
Antusiasme dan Kuota Terbatas
Panitia menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi, sehingga jumlah peserta dibatasi untuk menjaga kenyamanan dan keamanan kegiatan.
Dengan biaya transportasi laut yang terjangkau, yakni Rp25.000 per orang (pulang-pergi), kegiatan ini diharapkan dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Pesan Kebersamaan
Prof. Fuad menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Masjid Khaerullah menunjukkan peran strategis dalam menghadirkan inovasi program keumatan yang adaptif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dengan konsep yang segar dan penuh makna, wisata halal bihalal di Pulau Lae-Lae diharapkan menjadi model kegiatan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.(*)











