STARNEWSID.COM, SELAYAR – Progres Gerakan Membangun Desa Mandiri (Gerbang Sari) yang merupakan salah satu rangkaian program skala prioritas Pemerintah Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan menunjukkan trend positif.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Selayar, H. Saiful Arif saat memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang diikuti dan dihadiri Pendamping Desa se-Kabupaten Selayar dan sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penopang Utama, di Ruang Rapim Kanntor Bupati, Rabu, (25/1/2023).
Wabup Saiful Arif menjelaskan, sinergitas antara Pendamping Desa dengan jajaran Pemerintahan Desa serta stakeholder terkait telah berhasil mengantarkan Kabupaten Kep. Selayar melampaui capaian target Desa Mandiri. Tahun 2021 masih ‘kosong”. Komposisinya, di antara 81 desa di Selayar, kategori Mandiri ‘kosong’, Maju 8, Berkembang 46, Tertinggal 25, dan Sangat Tertinggal masih ada 2 desa.
Pada 2022, berdasarkan RPJMD khusus “Desa Mandiri’ ditargerkan bisa mencapai satu desa. Ternyata bisa terealisasi 3 desa, di antara 81 desa di Selayar, yakni Desa Pati Karya dengan nilai IDM 0,8387 dan Pati Lereng (0,8187) di Kecamatan Bonto Sikuyu, serta Desa Barugaia di Kecamatan Bonto Manai dengan nilai IDM 0,9314.
Bukan hanya itu, kata Wabup, di tahun 2022 yang lalu, Selayar sudah bebas dari status Desa Sangat Tertinggal.
“Progres lengkapnya, 3 Desa Mandiri, 22 Desa Maju, 44 Berkembang dan 12 Tertinggal, tanpa status desa sangat tertinggal,” ujar Wabup Saiful Arif.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup ikut membeberkan beberapa bentuk kendala teknis pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan efektivitasnya sebagai lembaga ekonomi skala desa.
Hal ini kata Saiful Arif, perlu mendapatkan atensi dan perhatian bersama lebih serius oleh para pemangku kepentingan (stakeholder), terkhusus untuk sepuluh organisasi perangkat daerah (OPD) penopang Gerbang Sari.
Langkah awal yang perlu dilakukan, kata Wabup, piihak Dinas PMD melakukan pendataan berdasarkan potensi desa untuk meningkatkan statusnya, lalu menentukan prioritas, kemudian diikuti OPD penopang utama agar memfocuskan anggarannya pada desa prioritas tersebut.
Semoga dengan semangat sinergitas, kolaborasi, serta kekompakan yang sudah terjalin selama ini, bisa dipertahankan dan ditingkatkan, untuk lebih cepat mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat desa (fs)












