STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Tim dosen dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang sukses melakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Basis Hasil Riset (PKM BHR) dengan judul Pendampingan Penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) pada Usaha Tulip Tahu Karang Anyar di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Kegiatan PKM BHR beranggotakan 8 orang dosen yaitu: Rosmawati, SE, MSA, Ak. selaku ketua dengan anggota Dedi Abidin, SE, MSi, Ak., Nuraisyah Zain Mide, SE, MSi, Ak., Dra. Afdaliah, M.M., Eti Yusrianti, S.S., M.Hum., Siti Nafisah Azis, SE., MSi., Andi Gunawan, S.E., M. Com., Ak., dan Harmiati Hatta, S.ST., M. Acc., serta didampingi oleh 2 orang mahasiswa yaitu: Nur Afni Fatwa dan Aril Putra Pratama.
Kegiatan ini difokuskan untuk membantu Usaha Tulip Tahu Karang Anyar yang bergerak di bidang produksi tahu yang selama ini belum memahami dan belum melakukan penghitungan harga pokok produksi sebagai dasar dalam menetapkan harga jual. Harga jual ditetapkan berdasarkan harga pasar saja. Hal ini dapat mempengaruhi keuntungan yang didapat pelaku usaha bahkan dapat membuat pelaku usaha mengalami kerugian.
Pelaksanaan kegiatan PKM BHR pada 22 Agustus 2025 bertempat di lokasi mitra Jalan Baji Nyawa No.22, Kecamatan Mamajang, Makassar pukul 10.00 WITA sampai selesai.
Kegiatan dihadiri Tim PKM yang terdiri dari 8 orang dosen tersebut dan Ibu Susilawati selaku mitra pemilik Usaha Tulip Tahu Karang Anyar. Tim PKM memaparkan materi yang telah disiapkan mengenai konsep Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan Harga Pokok Produksi, Contoh Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Latihan Perhitungan Harga Pokok Produksi.
Tim PKM menjelaskan pentingnya penghitungan HPP dan harga jual produk kepada mitra Usaha Tulip Tahu Karang Anyar. Setelah itu, Tim PKM menjelaskan tata cara penghitungan HPP dan harga jual produk yang tepat agar dapat mencapai keuntungan maksimal dan disertai dengan contoh penghitungan HPP.
Tim PKM kemudian memberikan pelatihan melalui studi kasus mengenai cara menghitung HPP dengan menerapkan cara penghitungan HPP berdasarkan materi yang telah dipaparkan di awal. Selama sesi pelatihan, Tim PKM mendampingi dan membantu mitra untuk memahami perhitungan HPP dan harga jual yang tepat melalui studi kasus tersebut. Setelah sesi pelatihan selesai, Tim PKM dan mitra pelaku usaha kemudian melakukan sesi tanya jawab dan diskusi.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan, pelaku usaha berhasil memperoleh pemahaman lebih baik mengenai komponen biaya produksi serta mampu menghitung harga pokok produksi secara mandiri. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memahami sistem penetapan harga jual berbasis HPP guna mendukung peningkatan keuntungan usaha mereka. (*)











