*Target Zero Sampah Organik ke TPA Mulai 1 Agustus 2026
STARNEWSID.COM, MAKASSAR —- Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, SE., melakukan kunjungan kerja ke seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Mariso guna memastikan kesiapan pelaksanaan program pengelolaan sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengurangan sampah dari sumbernya dan mendukung target pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Mariso didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Mariso Andi Muhammad Kamil Yamin, S.ST., M.M., serta Plt. Kebersihan Kecamatan Mariso Rusdi, S.Sos., M.M.. untuk melakukan koordinasi dan pemantauan langsung ke sejumlah kelurahan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta strategi sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Adapun kelurahan yang telah dikunjungi meliputi Kelurahan Bontorannu oleh Lurah Ishak, Kelurahan Tamarunang oleh Lurah Hariaty, Kelurahan Mattoangin oleh Lurah Aswari, Kelurahan Kunjung Mae oleh Lurah Syarifuddin, Kelurahan Lette oleh Lurah Halia, Kelurahan Panambungan oleh Lurah Andi Tenri Leleang, Kelurahan Mariso oleh Lurah Muhammad Jufri, serta Kelurahan Mario oleh Lurah Ronny Prabowo.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Mariso menghasilkan sekitar 21 ton sampah organik atau sisa makanan setiap hari. Jumlah tersebut menjadi fokus utama pengelolaan melalui berbagai metode yang dinilai efektif dan berkelanjutan, di antaranya TEBA (Tempat Olah Sampah di Rumah), pengomposan aerob, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), biopori, serta biodigester pada lokasi yang memungkinkan.
Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, S.E., menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk rumah tangga, hotel, restoran, kafe, pasar, dan berbagai pelaku usaha lainnya.
“Persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Kita harus mulai mengubah pola pengelolaan dengan melakukan pemilahan dan pengolahan dari sumbernya. Sampah organik yang selama ini mendominasi timbulan sampah harus diolah melalui berbagai metode yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing kelurahan,” ujar Andi Syahrir Mappatoba.
Lebih lanjut, Camat Mariso menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh lurah di Kecamatan Mariso dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh bapak dan ibu lurah se-Kecamatan Mariso atas komitmen dan kesiapan yang telah ditunjukkan. Mulai dari menyiapkan sarana dan prasarana pengolahan sampah, mengidentifikasi lokasi yang potensial untuk TEBA, komposter, maggot maupun biopori, hingga melakukan sosialisasi kepada warga dan pelaku usaha. Ini menunjukkan bahwa Kecamatan Mariso siap menjadi bagian dari gerakan perubahan pengelolaan sampah di Kota Makassar,” katanya.
Menurutnya, seluruh lurah telah menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Alhamdulillah, seluruh bapak dan ibu lurah telah menyatakan kesiapan untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengolahan sampah organik di wilayahnya masing-masing. Selain itu, sosialisasi kepada warga, pelaku usaha, rumah makan, kafe, restoran, hotel, dan berbagai sektor lainnya akan terus dilakukan agar budaya memilah dan mengolah sampah dapat menjadi gerakan bersama di Kecamatan Mariso,” tambahnya.
Sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan hari ini, Camat Mariso bersama rombongan juga meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang berada di wilayah Kecamatan Mariso. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pengelola TPS 3R, Bapak Saleh, yang memaparkan kondisi eksisting serta kesiapan TPS 3R dalam mendukung program pengurangan sampah organik di Kecamatan Mariso.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Mariso menekankan pentingnya peran TPS 3R sebagai salah satu pusat pengolahan sampah yang akan menjadi ujung tombak dalam mendukung program Zero Sampah Organik ke TPA Antang.
Sementara itu, Saleh selaku pengelola TPS 3R menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Mariso dan seluruh kelurahan dalam mengelola sampah organik yang dihasilkan masyarakat.
“Kami menyambut baik program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kecamatan Mariso. TPS 3R siap mendukung dan mengelola sampah organik yang masuk dengan berbagai metode yang memungkinkan, seperti pengomposan, pengembangan maggot BSF, pemanfaatan biodigester, serta pengolahan lainnya yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan di lapangan. Kami optimistis apabila pemilahan dilakukan dari sumbernya, maka volume sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” ujar Saleh.
Ia juga berharap adanya dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga maupun tempat usaha.
“Kunci keberhasilan program ini adalah pemilahan dari sumber. Jika masyarakat sudah terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik, maka proses pengolahan di TPS 3R akan jauh lebih efektif dan menghasilkan nilai manfaat yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar, Kecamatan Mariso menargetkan pelaksanaan uji coba program Zero Sampah Organik ke TPA Antang mulai 1 Agustus 2026, sesuai arahan dan instruksi Wali Kota Makassar.
“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Makassar, kami akan melakukan uji coba secara bertahap menuju Zero Sampah Organik ke TPA Antang mulai tanggal 1 Agustus 2026. Untuk itu, seluruh kelurahan harus mempersiapkan langkah-langkah teknis sejak sekarang, termasuk penyediaan TEBA, komposter, biopori, pengembangan maggot, dan berbagai metode pengolahan lainnya sesuai potensi wilayah masing-masing,” tegas Camat Mariso.
Sementara itu, Sekcam Mariso Andi Muhammad Kamil Yamin, S.ST., M.M., menekankan pentingnya pemetaan potensi di setiap kelurahan agar metode pengolahan yang diterapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Di sisi lain, Plt. Kebersihan Kecamatan Mariso Rusdi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menekan volume sampah yang selama ini dikirim ke TPA Antang.
Dengan dukungan sembilan kelurahan di Kecamatan Mariso, yakni Bontorannu, Tamarunang, Mattoangin, Kunjung Mae, Lette, Panambungan, Mariso, Mario, dan Kampung Buyang, serta dukungan TPS 3R sebagai pusat pengolahan sampah, Pemerintah Kecamatan Mariso optimistis dapat mengurangi sekitar 21 ton sampah organik per hari melalui penerapan metode TEBA, pengomposan aerob, maggot BSF, biopori, dan biodigester.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kecamatan Mariso berharap seluruh kelurahan dapat segera menuntaskan persiapan sarana dan prasarana serta memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga target Zero Sampah Organik ke TPA Antang dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan demi mewujudkan Kecamatan Mariso yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.(*)











