STARNEWSID.COM, SELAYAR — Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif sebelumnya mengimbau warga untuk tidak makan ikan akibat fenomena air laut berubah jadi hijau. Namun warga kini sudah dibolehkan kembali makan ikan, tetapi dari sumber tertentu.
“Ikan yang ada di luar lokasi yang terdampak aman dikonsumsi. Itu tindakan yang saya lakukan kemarin,” kata Saiful, Selasa (24/1/2023).
Saiful menjelaskan, ikan boleh dikonsumsi selama tidak bersumber dari daerah air laut yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sambil menunggu pemeriksaan sampel di laboratorium.
“Yang tidak aman itu, yang ada di lokasi air laut berubah warna kehijauan, sambil menunggu pernyataan dari lembaga resmi laboratorium Unhas,” ujarnya.
Ia pun menyarankan agar ikan yang mati di area terdampak tidak boleh dikonsumsi, kecuali ikan yang masih hidup ketika ditangkap. Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari ahli ekologi laut.
Saiful mengatakan, Pemkab Selayar melalui dinas terkait telah mengambil sampel air laut maupun ikan di wilayah itu. Selanjutnya dilakukan uji laboratorium di Makassar.
Pemkab Selayar juga turun tangan dengan mengirim sampel ikan ke Makassar untuk diuji apakah ikan tersebut aman dikonsumsi atau tidak.
Namun, kini ikan di Selayar sudah bisa dikonsumsi, tapi dengan syarat ikan yang ditangkap yang masih hidup. Yang sudah mati ketika berada di perairan tidak boleh dimakan.
Pasar-pasar tradisional di Selayar, pedagang ikan mulai berjualan. Bahkan pelelangan ikan sudah buka, dan kapal-kapal nelayan pun mulai berdatangan membawa ikan ke pelelangan. (fs)












