STARNEWSIS.COM, MAKASSAR— Pelindo Regional 4 Makassar resmi meluncurkan Operasi TEMAN (Tertib dan Aman) sejak 20 Juni 2025. Operasi ini dilakukan sebagai langkah tegas namun humanis dalam menertibkan aktivitas yang meresahkan di kawasan Pelabuhan Makassar, khususnya di Terminal Penumpang Anging Mamiri dan sepanjang jalan Soekarno Hatta.

Kegiatan ini bermula dari kondisi sebelumnya yang semrawut akibat ulah para asongan yang kerap memanjat kapal, pagar pelabuhan, bahkan melawan petugas keamanan. Namun, setelah pendekatan persuasif dilakukan, suasana kini berubah menjadi lebih tertib dan terkendali tanpa gesekan berarti antara pedagang dan petugas.
Setelah kondisi di area terminal penumpang membaik, fokus operasi digeser ke penertiban kendaraan-kendaraan besar seperti truk tronton dan trailer yang kerap parkir liar di bahu jalan Soekarno Hatta. Banyak kendaraan ditemukan bermalam tanpa alasan jelas, yang menyebabkan rambu lalu lintas tertutup dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara serta pejalan kaki.


Operasi TEMAN dilakukan secara terpadu oleh tim keamanan Pelindo Regional 4 Makassar bekerja sama dengan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL). Metode yang digunakan mencakup imbauan langsung ke sopir, pemasangan spanduk, publikasi melalui media sosial, pemasangan cone dan tali pengaman (cross line), serta pengiriman surat resmi kepada perusahaan pemilik kendaraan.
Koordinator PFSO Pelabuhan Makassar, Baharuddin Manaf, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih aman dan tertib. Selain untuk keselamatan, penertiban ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi pengguna jasa pelabuhan tentang pentingnya mengikuti aturan penempatan kendaraan.
Pelaksanaan operasi juga didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar Nomor 07/SK/OP.MKS/02/2021 tanggal 31 Maret 2021. Penertiban ini menekankan pentingnya koordinasi lintas tim dan stakeholder keamanan pelabuhan demi terciptanya suasana kerja yang lebih kondusif dan profesional.
“Kami berharap semua pihak dapat mendukung pelaksanaan penertiban ini. Ini bukan hal baru, dan tidak ada kata terlambat untuk menertibkan pelabuhan. Ini adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keamanan kita semua,” ujar Manaf, nakhoda dari Operasi TEMAN.(idj)












