Menang Adu Penalti, Belpur Juara

ADU PENALTI--- Suasana adu penalti di laga final cabang sepak bola perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun tingkat kecamatan Parangloe antara Belpur kontra Borisallo. Belpur juara setelah menang tos-tosan dengan skor, 4-1.(Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWSID.COM,PARANGLOE–Cabang sepak bola perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun tingkat kecamatan Parangloe, Gowa melahirkan juara baru.

Desa Belapunranga (Belpur) tampil sebagai kampiun usai menang adu penalti 4-1 (0-0) atas Borisallo dalam laga final di Lapangan Bontotangnga, Selasa (16/8/2022) sore.

Penentuan juara harus ditentukan via tos-tosan setelah dua kali babak normal, kedua tim bermain imbang, 0-0.

Bacaan Lainnya

Dalam adu penalti tersebut, empat algojo Belpur sukses mengeksekusi bola dengan baik. Sebaliknya, di kubu Borisallo hanya satu algojonya yang berhasil.

Juru taktik Belpur, Daeng Ngitung menuturkan, strategi yang ditekankan kepada pemain yang ditunjuk sebagai algojo penalti dijalankan dengan baik.

“Sebelum adu penalti, saya beri arahan kepada pemain agar fokus pada satu titik. Alhamdulillah, arahan itu diterapkan dengan baik. Hasilnya penendang kita, semuanya sukses menjalankan tugasnya,” beber Daeng Ngitung membocorkan strategi kemenangan timnya kepada media usai laga.

Paman legenda PSM Makassar, Syamsul Haeruddin ini pun sangat gembira, tim yang diasuhnya merebut trofi juara.

“Ini gelar ketiga bagi Belpur,” ungkapnya.

Di kubu Borisallo, Official Tim Muchsin Sailal mengaku timnya kurang beruntung. Menurutnya, dari segi permainan, Udin dkk lebih unggul dari lawan. Bahkan, timnya bisa memenangkan pertarungan setelah mendapat hadiah penalti di babak kedua.

Namun sayang, Aldi Borju yang ditunjuk mengeksekusi penalti gagal menjalankan tugas. Tendangan pemain berbadan jangkung itu mampu diblok oleh kiper Belpur.

“Penguasaan bola kita lebih unggul. Tapi kita dikalahkan oleh faktor lucky,” ucap Daeng Kio, sapaan Muchsin Sailal.

Kapten Borisallo Udin menambahkan, kegagalan Borju menendang penalti di babak kedua sangat berpengaruh. Terutama pada sisi mental.

Puncaknya, bek Borisallo bernomor punggung 23 harus diusir wasit keluar lapangan karena mendapat kartu merah di menit akhir babak kedua.

“Ini yang membuat kita tidak konsentrasi lagi pada saat adu penalti,” tandas Udin.

Pertarungan laga final antara Belpur dan Borisallo cukup menarik perhatian masyarakat. Seisi lapangan Bontotangnga padat oleh penonton.

Mereka dengan antusias menyaksikan laga final dari awal hingga selesai adu penalti yang dimenangkan Belpur. Dengan kemenangan tersebut, Belpur merebut trofi gelar juara yang dua tahun sebelumnya dipegang oleh tuan rumah Lanna. (rus)

Pos terkait