Kunjungan Makam Arung Palakka, Karaeng Kio : Bone dan Gowa Tak Bisa Dipisahkan

KUNJUNGAN MAKAM--- Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni mendampingi Bupati Bone, Andi Fashar M Padjalangi melakukan kunjungan makam Arung Palakka di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Rabu (15/3/2023).(Naskah : Rusli Haisarni/Foto : Humas Pemda Gowa)

STARNEWSID.COM,GOWA—– Pemerintah Kabupaten Bone kembali mengunjungi makam Arung Palakka di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Rabu (15/3/2023).

Kunjungan ke Makam Raja Bone XV La Tenri Tatta Arung Palakka itu dipimpin oleh Bupati Bone, M Fashar Padjalangi.

Ikut hadir Wabup Bone, H Ambo Dalle, Danrem 141 Toddopuli, Budi Suharto, serta Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Makam Arung Palakka yang dilakukan Pemkab Bone itu disambut hangat Wakil Bupati (Wabup) Gowa, H Abd Rauf Malaganni.

Dalam sambutan penerimaan, Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni mengatakan, Bone dan Gowa memiliki ikatan emosional yang kuat.

“Ibarat adik- kakak, Bone dan Gowa merupakan satu-kesatuan persaudaraan yang tak bisa dipisahkan oleh siapapun,” ucap Karaeng Kio sapaan akrab Rauf Malaganni.

Mantan Camat Manuju itu menerangkan, hubungan kekerabatan antara Bone dan Gowa bukan hal yang baru terjalin. Melainkan telah berlangsung lama. Semenjak dahulu.

Sehingga, menurut dia, kunjungan yang dilakukan ini menjadi bagian dalam menjaga tradisi dan memperkuat kekerabatan antara Bone dan Gowa.

“Kita ketahui bersama sejak dahulu, Bone dan Gowa dua kabupaten yang tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu saya menyambut bukan sebagai tamu melainkan sebagai sebuah keluarga,” ujarnya.

Karaeng Kio juga bilang, bahwa kunjungan makam Raja Arung Palakka menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa dua daerah yakni Bone dan Gowa merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun sinergitas serta kolaboratif menuju Sulawesi Selatan yang lebih baik di masa mendatang.

Karaeng Kio berharap, melalui ziarah makam di Komplek Makam Raja-Raja Gowa dan Bone ini menjadi jembatan  untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam mengakselerasi pembangunan daerah yang berbudaya.

Dalam bingkai Abbulo Sibatang, Assipakainga, Assipammaling-malingi, Assipakatau yang mengandung nilai penting dan strategis, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ini.

“Saya berkeyakinan bahwa roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan lancar, jika semua elemen daerah dapat menempatkan dirinya pada posisinya masing-masing, dan rasa kebersamaan inilah yang akan menjadi modal dalam pembangunan daerah kita,” pungkasnya.

Senada dengan Wabup Gowa, Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi mengatakan, ziarah makam ini sebagai sebuah tradisi dan juga sebagai rangkaian Hari Jadi Bone ke-693 tahun yang sarat dengan makna.

“Untuk itulah atas nama Pemerintah Kabupaten Bone bersama jajaran dan tokoh agama dan tokoh adat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Gowa dan seluruh jajaran atas perhatian yang selama ini diberikan kepada kami semuanya di Kabupaten Bone,” kata Andi Fashar.

Ia menjelaskan, dalam perjalanan pemerintahan Kerajaan Bone, Raja Bone ke-XV lebih banyak berkedudukan di Makassar ataupun di Bontoala.

Sehingga tampak jelas bahwa pemerintahan di Sulawesi Selatan banyak dikendalikan oleh Raja Bone yang berkedudukan di Gowa dan sampai akhir hayatnya beliau selalu berpesan untuk dikebumikan di Gowa.

“Makam Arung Palakka ini menjadi simbol Kabupaten Bone dan Kabupaten Gowa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dengan begitu, mari kita menjaga budaya menjaga kerja sama dalam rangka membangun negara Republik Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Andi Fashar menuturkan, meskipun masa kepemimpinannya akan berakhir pada September mendatang, dirinya memastikan Momentum ziarah Makam Raja Bone di Kabupaten Gowa ini akan terus dilakukan setiap tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Bone.

“Melalui momentum dan kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya menyampaikan kepada bapak Wakil Bupati Gowa bahwa ziarah makam Raja Bone ke-XV ini adalah ziarah makam di periode kami yang terakhir. Kami pastikan, ziarah makam ini akan terus berjalan kedepannya. Dan akan terus dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih selanjutnya,” pungkasnya.

Usai mengunjungi Makam Raja Bone Ke-XV, Rombongan Pemerintah Kabupaten Bone juga mengunjungi Makam Raja Sultan Hasanuddin di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu.

Dalam ziarah Makam Raja Bone Ke-XV ini Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone didampingi Danrem 141 Toddopuli, Budi Suharto, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan. (rus)

Pos terkait