STARNEWSID.COM,GOWA—Cuaca ekstrem turut mempengaruhi kondisi air di PDAM Tirta Jeneberang Gowa. Kekeruhan air meningkat jauh di atas normal.
Humas PDAM Gowa, Dian Karta mengatakan, tingkat kekeruhan air Baku Bili-bili saat ini mencapai 5000 NTU sehingga sulit diolah.
Satu-satunya opsi yang ditempuh, adalah menambah kapasitas bahan kimia agar kualitas air ke pelanggan tetap terjaga. Meski dengan konsekwensi biaya yang dikeluarkan PDAM Tirta Jeneberang akan membengkak.
“Air yang memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, maka akan mempersulit kerja unit filtrasi pada pengolahan air bersih dan tentunya harganya akan semakin lebih mahal. Desinfektan yang dipakai (Campuran PAC, Managloq, Kaporit) pun akan berbeda sesuai dengan kandungan organisme berbahaya penyebab kekeruhan pada air tersebut,” jelas Dian Karta kepada wartawan, Minggu (25/12/2022).
Walau memastikan kualitas air tetap bersih, namun Dian Karta mengungkapkan proses pelayanan sedikit terganggu. Pihaknya pun meminta pelanggan PDAM Tirta Jeneberang bisa memaklumi kondisi ini.
Disamping tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi, cuaca ekstrem juga membuat listrik kerap padam sehingga Bili-bili sering off.
“Kami mohon maaf apabila pelayanan tidak akan maksimal. Harapan kita kondisi cuaca secepatnya membaik sehingga kekeruhan air baku kembali normal seperti biasa,” pinta Dian Karta.(rus)












