Nelayan Kaltara Wajib Tahu: Ada 43 Hiu Air Tawar Langka di Sungai Sesayap
STARNEWSID.COM, TANJUNG SELOR –— Sebuah torehan sejarah di dunia sains berhasil dicatatkan oleh tim peneliti multidisiplin dari Universitas Hasanuddin (Unhas), James Cook University Australia, dan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Keberhasilan luar biasa mereka dalam menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus)—spesies hiu air tawar yang sangat langka—di sepanjang aliran Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, langsung mendapat apresiasi tinggi dan respons hangat dari Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum.
Saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026) siang melalui pesan singkat WhatsApp, mantan Wakapolda Kaltara tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Mewakili jajaran Pemprov Kaltara serta seluruh masyarakat Bumi Benuanta, ia menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas hasil kerja keras para pakar dunia yang sukses mengidentifikasi dan mengamati secara langsung sebanyak 43 spesimen Hiu Gangga di ekosistem Sungai Sesayap, sebuah angka yang sangat signifikan bagi dunia konservasi global.
Mengingat status Hiu Gangga yang masuk dalam daftar ‘Critically Endangered’ (Sangat Terancam Punah) oleh IUCN, Gubernur Zainal sepakat dengan pandangan para ahli bahwa penemuan 43 spesimen ini otomatis menempatkan Kaltara sebagai ‘the last stronghold’—benteng pertahanan terakhir sekaligus habitat paling krusial di planet bumi bagi masa depan predator yang sempat dianggap sebagai mitos belaka. Pencapaian monumental ini bukan sekadar pemanis di atas jurnal akademik, melainkan sebuah bukti empiris bahwa riset kolaboratif internasional mampu menciptakan mukjizat bagi pelestarian keanekaragaman hayati nusantara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya mengetuk hati seluruh masyarakat Bumi Benuanta, wabilkhusus warga Tana Tidung, untuk ikut bangga atas temuan berharga 43 spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap ini. Mari kita satukan tekad untuk menjaga eksistensi dan kelestarian predator sungai tropis yang sangat eksotis ini agar tidak punah dari muka bumi,” tegas Gubernur Zainal.

“Sebagai langkah konkret, jajaran Pemprov Kaltara akan segera menginisiasi gerakan edukasi publik dan sosialisasi masif yang menyasar masyarakat Kabupaten Tana Tidung, terutama komunitas desa yang hidup berdampingan langsung dengan aliran Sungai Sesayap. Langkah preventif ini krusial guna membangun kesadaran kolektif bahwa mereka adalah penjaga garda depan bagi kelangsungan hidup satwa langka dunia ini,” pungkas Zainal Paliwang menutup pernyataannya. (*)











