STARNEWSID.COM,PAREPARE—PSM Makassar kian dekat merengkuh trofi juara. Kemenangan 3-1 atas Bhayangkara FC pada laga pekan ke-31 kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Jumat (17/3/2023) sore membawa PSM berada di ambang juara.
Tim Juku Eja saat ini terus berjaya di puncak klasemen sementara dengan koleksi 69 poin. Kub sepak bola kebanggaan masyarakat Sulsel ini sisa membutuhkan 3 poin saja dari tiga laga sisa untuk tampil sebagai kampiun Liga 1 Musim 2022-2023.
Jika menang melawan Madura United yang jadi lawan selanjutnya, 30 Maret mendatang, maka PSM bisa selebrasi juara di pekan ke-32.
Kans PSM mengunci gelar juara memang sangat besar. Apabila Persija maupun Persib yang menjadi pesaing terdekat tergelincir satu kali saja, maka Pasukan Ramang tak perlu memikirkan hasil laga away di kandang Sapee Kerrab julukan Madura United.
Dengan poin 69 saat ini, Persija yang menyisakan 5 laga dan Persib 6 laga takkan cukup mengejar PSM jika kedua tim ini menelan satu kali saja kekalahan.
Kegeniusan pelatih Bernardo Tavares dan mentalitas, plus dukungan penuh suporter menjadi faktor utama kemenangan 3-1 PSM atas Bhayangkara FC.
Pemain muda, Ananda Raehan membuka keran gol PSM Makassar pada menit ke-21. Berkat kerja sama apik dengan Everton Nascimento dan Yance Sayuri, Ananda Raehan membawa PSM unggul 1-0. Skor 1-0 untuk keunggulan
PSM bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Pasukan Ramang kemudian menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui Kenzo Nambu pada menit 70.
The Guardians julukan Bhayangkara mampu memperkecil kedudukan lewat sundulan Anderson Salles. Bek asal Brasil itu mampu memanfaatkan sepakan pojok Matias Mier pada menit ke-82 untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Kendati demikian, kans tim tamu memperpanjang rekor positif di Stadion GBH pupus. Ramadan Sananta yang menjadi supersub menggantikan Everton kembali menambah keunggulan PSM menjadi 3-1 pada menit 90. Skor 3-1 ini bertahan hingga laga usai.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sangat puas dengan hasil ini. Ia menilai anak asuhnya mampu menjalankan intruksi dan mengontrol permainan.
Pelatih berkepala plontos itu mengatakan, dari segi permainan timnya memang lebih baik dibanding Bhayangkara.
“Peluang kita banyak sekali. Terutama di babak pertama. 15 berbanding 4. Begitu pula kesempatan melepaskan serangan on target 8 berbanding 3,” ujar Tavares dalam press conference usai laga.
Juru taktik asal Portugal itu kembali mengapresiasi dukungan suporter. Menurut dia, kehadiran suporter memberi atmosfir berbeda terhadap penampilan anak asuhnya di lapangan.
“Saya ingin berterima kasih kepada suporter. Sesungguhnya man of the match kemenangan PSM adalah suporter,” ucapnya.
Pemain PSM Makassar, Yance Sayuri sangat bersyukur atas kemenangan ini. Senada dengan Tavares, saudara kembar Yakob Sayuri itu juga mengamini bahwa dukungan suporter menjadi penentu kemenangan atas Bhayangkara.
“Kemenangan ini berkat doa dan dukungan suporter,” bilang Yance.
Di kubu lawan, Pelatih Bhayangkara, Gendut Doni mengakui permainan PSM memang lebih baik dari timnya. Ia pun tak sungkan memberikan selamat kepada PSM.
“Kami harus akui PSM bermain sangat solid. Pemain kami sudah bekerja keras, tapi PSM memang kuat,” ungkapnya.
Pemain Bhayangkara, Hargianto mengungkapkan timnya banyak melakukan blunder. Akan tetapi, dia cukup puas karena pertandingan ini berjalan menarik dan sengit.
“Selamat untuk PSM. Laga ini sangat sengit,” ungkapnya.(rus)












