STARNEWSID.COM, BITUNG —- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan kunjungan bersama Dewan Komisaris dan Komite PT Pertamina (Persero) bersama jajaran manajemen dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB), program binaan Integrated Terminal (IT) Bitung yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung di Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB), IT Bitung, ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk memastikan bahwa program CSR yang dijalankan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga benar-benar memberikan ruang kesetaraan dan meningkatkan kapasitas komunitas secara nyata.

Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung berbagai aktivitas komunitas dan berinteraksi secara dekat dengan para anggota KALEB. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Komisaris Independen Condro Kirono mencoba belajar bahasa isyarat secara langsung, dipandu oleh para anggota komunitas tuli.
“Bagi saya ini pengalaman yang sangat bermakna. Belajar bahasa isyarat secara langsung memberi pemahaman baru tentang pentingnya empati, kesetaraan, dan ruang yang inklusif. Program KALEB menunjukkan bahwa CSR Pertamina hadir dengan pendekatan kemanusiaan yang nyata,” ujar Condro Kirono.

Sementara itu, Local Hero KALEB, Donna Christha Renata, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Pertamina kepada komunitas tuli di Bitung.
“Pendampingan dari Pertamina membuat kami merasa diakui dan dilibatkan. Kami menjadi lebih percaya diri, lebih berani berinteraksi, dan menunjukkan bahwa kami juga mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” ungkap Donna melalui bahasa isyarat.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa Program Komunitas Tuli Peduli Bitung sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“KALEB mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Program TJSL ini dirancang agar tidak sekadar bersifat bantuan, tetapi mampu memberdayakan komunitas dan membuka ruang kesetaraan bagi penyandang disabilitas,” jelas Rum.

Melalui kunjungan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Media Contact:
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi
T. Muhammad Rum(*)











