*PLTA Bakaru Gunakan Drone Modifikasi Cuaca Tambah Debit Air
STARNEWSID.COM, PINRANG — Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencoba mengatasi masalah kekurangan debit air dengan melakukan modifikasi cuaca menggunakan drone untuk menambah debit air di PLTA khususnya PLTA Bakaru yang ada di kabupaten Pinrang.
Kurangnya debit air di sejumlah pembangkit listrik tenaga air atau PLTA berimbas pada produksi listrik menurun dan berujung pada pada pemadaman listrik bergilir dihampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
“Kami melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menggunakan drone dan merupakan teknologi yang pertama dilaksanakan secara komersial di Indonesia.
TMC menggunakan drone dilakukan dengan drone tersebut membawa flare berisi material (partikel garam) higroskopis kemudian akan dibakar pada ketinggian tertentu,” ujar Fatahudin Yogi Amiwibowo, Manajer PLN NP UPDK Bakaru, Senin (20/11/2023).
Teknologi modifikasi cuaca atau TMC ini dilakukan untuk meningkatkan debit air khususnya di daerah aliran sungai (DAS) yang merupakan sumber utama air baku PLTA Bakaru yang berkurang drastis akibat musim kering dampak dari fenomena El Nino.
Penerbangan drone untuk menyemai awan dan menciptakan hujan buatan ini sudah dilakukan UPDK Bakaru sebanyak 125 kali dan hasilnya mulai terlihat dengan penambahan produksi listrik yang sempat turun drastis akibat penurunan debit air dampak dari musim kering berkepanjangan.
“Sebagai dampak El Nino ada awal Oktober kondisi PLTA Bakaru memiliki daya pasok 42 MW dari daya mampu maksimal 126 MW. Alhamdulillah sejak TMC daya pasok PLTA Bakaru meningkat dari 42 MW meningkat menjadi 68 MW,” beber Fatahudin.
Walau belum maksimal, kondisi pasokan listrik dari PLTA Bakaru diharapkan bisa kembali normal seiring dengan semakin dekatnya musim penghujan.Rencananya PLTA Bakaru akan melakukan 150 sorti atau 150 kali penerbangan drone untuk terus menciptakan hujan buatan sambil menunggu musim hujan yang akan segera melanda sebagian besar wilayah di tanah air. (man)













