BPBD Pinrang Serahkan Bantuan Korban Bencana di Dusun Ratte Poton Suppirang

STARNEWSID.COM, PINRANG, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, menyerahkan bantuan kepada korban bencana longsor dan tanah bergerak di Dusun Ratte Poton, Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Bantuan diserahkan kepada korban bencana oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kabupaten Pinrang, Dr. Rhommy Manule, M.Si, Minggu, 11 Juni 2023, di lokasi bencana berupa logistik tanggap darurat, terpal, matras/tikar, selimut/sarung, peralatan mandi, peralatan bayi.

Menurut Rhommy, kondisi terdampak bencana pada Kamis 27 April 2023 lalu, sekitar pukul 18.30 wita, setelah dilakukan peninjauan ke lokasi pengungsian warga terdampak, dibutukan penanganan segera oleh instansi/lembaga terkait.

Bacaan Lainnya

“Pada 10-11 Juni 2023, Kalaksa dan TRC BPBD Pinrang melakukan peninjauan lokasi longsor. Melakukan assesmen dan pendataan di lokasi pengungsian warga yang terdampak,” terang Kalaksa BPBD DR Rhommy.

Dikatakan, Pengamatan titik lokasi tanah bergerak yang mengancam permukiman, fasilitas sekolah (SD) dan fasilitas kesehatan (Pustu), telah dilakukan.

Sementara, Inspeksi jejak BPBD Pinrang terhadap hasil penyelidikan tanah bergerak oleh Badan Geologi Kementerian ESDM-RI tahun 2022 di lokasi terdampak yang terjadi lagi di tahun 2023. Ditemukan titik lokasi tanah sawah yang amblas setinggi ± 2 meter, retakan tanah baru akibat gerakan tanah dan bergerak turunnya tanah kebun warga ± 80 cm-1 meter.

Saat ini pemukiman rumah terdampak masih dihuni oleh warga pemilik, tetapi disarankan untuk berhati-hati. Apabila, terjadi hujan lebat dan gerakan tanah.

Penyebab dan kronologis, lanjutnya, Kamis 27 Mei 2023, Pukul 18:30 Wita telah terjadi hujan lebat, sehingga mengakibatkan tanah longsor dan gerakan tanah yang berpotensi menimbulkan gerakan tanah susulan yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan merusak pemukiman penduduk.

Korban terdampak saat kejadian yakni, 45 KK tercatat kategori rawan longsor dan tanah bergerak, 49 KK tercatat kategori terdampak tanah bergerak susulan (dampak luas), 10 KK tercatat mengungsi darurat

Sementara 3 rumah yang rusak sudah di pindahkan dan kerugian diperkirakan 10 miliar rupiah.

Upaya yg dilakukan saat ini dengan melakukan Peninjauan lokasi, koordinasi dengan pemerintah setempat, pemberian bantuan logistik darurat. Selain itu, Assessmen, pendataan dan kaji cepat kebencanaan, edukasi, sosialisasi dan himbauan mitigasi kebencanaan serta dokumentasi.(man)

Pos terkait