Diduga Jadi Lahan Korupsi, Perbaikan Ruas HM Yasin Limpo-Aroeppala Dilaporkan ke Polda

RUSAK PARAH--- Kondisi ruas jalan HM Yasin Limpo yang rusak parah dilewati pengendara, Sabtu (14/1/2023).(Foto : Ist)

STARNEWSID.COM,GOWA – Program perbaikan ruas jalan HM Yasin Limpo-Aroeppala masuk ranah hukum.

Community Independen Pengawasan Nasional (Cipanas) melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Wilayah IV Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Sulsel Polda Sulsel yang mencakup di dalamnya perbaikan ruas jalan HM Yasin Limpo-Aroeppala (Hertasning).

Ketua Cipanas Rusdi Aditiya mengungkapkan, pihaknya memasukkan laporan terkait indikasi korupsi ruas Jalan HM Yasin Limpo-Aroeppala Desember 2022 lalu.

Bacaan Lainnya

Hasil investigasi yang dilakukan di lapangan ditemukan dugaan pekerjaan perbaikan yang tidak sesuai space. Hal ini lah yang membuat kondisi jalan tidak bertahan lama dan cepat rusak.

“Indikasinya dikerja asal-asalan. Makanya belum lama dikerja, rusak kembali. Kuat sekali dugaan anggaran disalahgunakan,” ujar Rusdi, Sabtu (14/1/2023).

Rusdi mengungkapkan, anggaran pemeliharaan rutin untuk perbaikan jalan dan jembatan di UPT Wilayah IV Dinas PUTR Sulsel cukup besar. Hanya saja, fakta yang terjadi hasil pekerjaan dengan anggaran yang tersedia tidak maksimal.

“Wilayah IV tidak ada yang maksimal cara kerjanya, Terkesan anggaran dibuang buang saja. Kondisi jalan yang dilakukan pemeliharaan baru 1 hari dilakukan penanganan rusak kembali. Itu karena metode pekerjannya yang salah,” bebernya.

“Persoalan ini sudah dilaporkan ke Polda Sulsel, kami tinggal menunggu komitmen penyidik untuk menindak lanjuti aduan kami,” sambungnya.

Kondisi ruas jalan provinsi yang berada di Kabupaten Gowa memang jadi keluhan masyarakat. Khusus jalan HM Yasin Limpo dan Aroeppala banyak berkubang dan lubang yang sangat membahayakan pengendara.

Untuk ruas jalan HM Yasin Limpo (dulu Poros Pattalassang) kerusakan parah sangat terlihat di Dusun Sailong, Desa Sunggumanai.

Kondisi jalan yang banyak berlubang sedalam rata-rata 15-20 cm dan selalu tergenang air, membuat hampir setiap hari terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.

Padahal sepanjang tahun 2022, setidaknya sudah tiga sampai empat kali pemeliharaan/perbaikan jalan di lokasi tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel.

Hanya saja, hasilnya hanya bertahan satu hingga dua bulan sebelum kembali terbongkar dan berlubang. Bahkan kondisi kerusakannya semakin parah.

Tokoh Pemuda Kecamatan Pattallassang, Nurdin Bundu sangat menyesalkan kinerja Pemprov Sulsel.

“Seharusnya pemprov itu bukan hanya penambalan, karena tiap tahun ditambal-ditambal tapi satu dua bulan, rusak lagi. Itu karena drainase atau saluran airnya tidak ada. Jadi, kalau dia mau melihat azas manfaat ini jalan dan bukan hanya asal dikerja dan mendapatkan keuntungan dari uang negara, harusnya diutamakan dulu saluran air atau drainasenya,” ketus Dg Bundu.

Boleh dikata, lanjut Dg Bundu hampir tiap hari ada korban (kecelakaan) di ruas jalan HM Yasin Limpo.

“Saya katakan bahwa PUTR Sulsel ini patut diduga hanya menjadikan proyek pemeliharaan rutin untuk mendapatkan keuntungan pribadi, bukan azas manfaatnya yang diutamakan. Karena kenapa, buktinya satu dua bulan dikerja, terbongkar lagi. Ini fakta di lapangan dan bisa dilihat langsung buktinya,” kesalnya.

Dinas PUTR Sulsel sendiri bungkam soal kondisi kerusakan ruas jalan HM Yasin Limpo-Aroeppala. PPTK Pemeliharaan Rutin Wilayah IV Dinas PUTR Sulsel, Surya Kencana saat dikonfirmasi tak merespon.

Sementara itu Kasubdit I Ditkrimsus Polda Sulsel, Kompol Sutopo mengaku telah menerima laporan indikasi penyalahgunaan anggaran pemeliharaan rutin jalan dan jembatan wilayah IV yang dilaporkan Cipanas.

“Iya sudah ada laporannya. Sementara kita pelajari,” ucap Sutopo.(rus)

Pos terkait