STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Petani makin resah dengan penambang liar di DAS Jeneberang. Sawah mereka terus terkikis akibat ulah oknum penambang ilegal.
Keresahan itu dirasakan petani di desa Borisallo, kecamatan Parangloe Gowa. Petani di desa itu menjerit pilu. Ulah penambang, membuat mereka terancam gagal panen.
Bagaimana tidak. Benih padi yang mereka tanam sekitar bulan November 2022 lalu berpotensi tak bisa menghasilkan, lantaran dihantam air Sungai Jeneberang.
Warga dusun Bontojai, desa Borisallo, Akbar Situru menuturkan, puluhan hektare areal persawahan yang sebelumnya nyaman digarap oleh petani di bantaran Sungai Jeneberang terus mengalami pengikisan.
Pemicu utamanya, kata dia, oleh aktivitas penambangan yang selama ini beroperasi di antara Sand Pocket I dan Sand Pocket 2.
Penambangan tersebut mengubah arus air Sungai Jeneberang. Alhasil pada musim hujan, air sungai yang meluap menghantam areal persawahan.
“Sawah kami dalam kondisi memprihatinkan. Kami mau makan apa jika harus gagal panen lagi,” keluh Akbar Situru, Jumat, 6 Januari 2023.
Situru mengaku telah melaporkan masalah ini ke aparat pemerintah desa. Dirinya berharap, ada upaya untuk menghentikan kegiatan penambangan yang mengancam kehidupan petani.
“Setiap tahun kami merasakan keresahan seperti ini. Semoga ada upaya dari pemerintah membantu kami keluar dari keresahan ini,” pintanya.
Jumadi, warga desa Borisallo lainnya mengungkapkan, dampak penambangan tak hanya mengancam areal persawahan, tetapi juga pemukiman warga.
Perubahan arus air Sungai Jeneberang, lanjut dia, turut membahayakan rumah warga yang berdiri di sekitar jembatan Bontojai.
“Aliran air sungai Jeneberang sekarang mengarah masuk ke wilayah pemukiman. Bahkan sudah menggenangi Poros Malino. Membuat kami ikut was-was,” ungkapnya.
Kades Borisallo, Sofyan Daeng Liang yang dikonfirmasi membenarkan keresahan petani di wilayahnya. Dirinya pun berjanji akan mengambil langkah-langkah dalam mengatasi masalah ini.
“Sudah banyak aduan dari petani yang resah dengan penambangan ini. Secepatnya, kami akan koordinasi dengan pihak terkait,” tandas Sofyan.(rus)












