STARNEWSID.COM, MAKASSAR —- Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menerima secara resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis 26 Juni 2025.
Seremoni penerimaan mahasiswa KKN ini, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng, Kepala Bapperida Andi Irma Darmayanti, Asisten dan Staf Ahli Bupati, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.
Kedatangan mahasiswa KKN-PPM UGM, didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, I Made Andi Arsana. Ia melaporkan, ada dua unit KKN di Bulukumba, yaitu unit Kecamatan Bonto Bahari dan unit Kecamatan Kajang. Kedua unit ini, akan ditempatkan di Desa Pantama, Desa Bira dan Desa Darubiah.

Lebih lanjut, I Made Andi Arsana berpesan kepada peserta KKN untuk mengimplementasikan apa yang dipelajari di kampus ke masyarakat secara langsung.
“Peserta KKN kami berasal dari beragam bidang studi, ada yang dari sains dan teknologi, pertanian dan peternakan, humaniora atau ilmu sosial, psikologi maupun kesehatan. Kami berharap adik-adik bisa belajar bersama, sekaligus menerapkan apa yang selama ini telah dipelajari di tengah masyarakat,” jelas I Made Andi Arsana.


“Saya mengucapkan selamat datang di Bulukumba untuk adik-adik mahasiswa UGM dan terima kasih telah memilih Bulukumba sebagai lokasi KKN. Kita mengetahui, ada banyak potensi pariwisata di Bulukumba, ada Pantai Bira, Suku Adat Kajang dan masih banyak lagi. Sebuah potensi yang harusnya bisa kita maksimalkan bersama,” ujar bupati yang akrab disapa Andi Utta.
Ia juga menyinggung cita-cita Indonesia Emas tahun 2045. Menurutnya, Indonesia Emas akan diwujudkan jika anak muda mempersiapkan diri, terutama dalam pengembangan teknologi digital.

Salah satu peserta KKN, Novi mengaku pertama kali mengunjungi Bulukumba. Namun demikian, perempuan asal Jakarta itu sudah mengantongi beberapa referensi tentang Bulukumba.
“Sebelumnya kami tahu kalau Bulukumba punya potensi pariwisata pantai tanjung Bira. Kemudian ada satu suku yang sangat terkenal yaitu Kajang. Ini menjadi daya tarik bagi kami untuk bisa mengembangkan potensi tersebut,” ungkap Novi.

“Saya memilih Bulukumba karena sebagai mahasiswa kedokteran, saya ingin melihat kondisi kesehatan masyarakat khususnya di daerah pesisir. Prevalensi penyakit yang ada di daerah pesisir tentu sangat berbeda dengan ibu kota. Melalui penempatan KKN di Desa Bira, semoga bisa turut membantu masyarakat dalam penanganan isu kesehatan di daerah tersebut,” ungkap Ratih.
Lebih lanjut, peserta KKN-PPM UGM memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan. Program kerja tersebut terbagi dalam beberapa klaster, seperti klaster agro untuk bidang peternakan, pertanian dan perikanan, klaster medika untuk bidang kesehatan, klaster sosial dan humaniora untuk pengembangan pariwisata, literasi digital dan publikasi media.(*)











