Tekuk Arema 1-0, PSM Bersaing Ketat di Jalur Juara

KUASAI BOLA--- Penyerang PSM Makassar, Everton Nascimento menguasai bola pada laga pekan ke-22 kompetisi BRI Liga 1 kontra Arema FC di Stadion PTIK, Sabtu (4/2/2023) kemarin sore. PSM melanjutkan tren menang dengan menekuk Singo Edan, 1-0.(Naskah : Rusli Haisarni/Foto : Agung Dewantara)

STARNEWSID.COM,JAKARTA—PSM Makassar melanjutkan tren kemenangan di laga away. Menantang Arema FC di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu (4/2/2023), Tim Juku Eja menang 1-0.

Poin penuh yang diraih di kandang Arema itu membuat PSM bersaing ketat di jalur juara. Pasukan Ramang meraih poin 44 dan berada di posisi Runner up klasemen sementara Liga 1 musim ini.

Poin PSM sama dengan Persija yang bertengger di peringkat pertama. PSM hanya kalah head to head dari Persija. PSM unggul dua poin dari Persib yang berada satu tingkat di bawah dengan poin 42.

Bacaan Lainnya

Anak asuh Bernardo Tavares harus berjuang ekstra meladeni Arema FC sore kemarin. Pertarungan kedua tim berlangsung keras. Alhasil, wasit Cahya Sugandi yang memimpin laga mengeluarkan banyak kartu. Termasuk dua kartu merah. Satu untuk pemain Arema dan PSM.

Arema lebih dulu diganjar kartu merah melalui Jayus Hariono pada menit 34. Disusul kemudian PSM harus kehilangan Safruddin Tahar yang juga diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-47.

PSM akhirnya mampu membuka keunggulan lewat gol Kenzo Nambu di menit ke-65. Melalui kerja sama segitiga, pemain asal Jepang itu memaksimalkan umpan silang dari Yakob Sayuri dari sisi pertahanan Arema.

Skor itu bertahan hingga membuat PSM
memastikan kemenangan atas Arema.

Pelatih PSM, Bernardo Tavares mengatakan, Pasukan Ramang mendapatkan banyak peluang. Akan tetapi, hanya satu gol saja yang bisa diciptakan timnya.

Pelatih berpaspor Portugal itu lagi-lagi menyoroti kinerja wasit yang terbilang buruk. Apalagi dengan hadirnya delapan kartu kuning dan dua kartu merah.

“Saya mencoba untuk memahami bagaimana mereka membuat suatu keputusan, karena saya juga sampai sekarang tidak paham apa alasannya mereka melakukan sesuatu,” ketus Tavares dalam konferensi pers usai laga.

Salah satu keputusan wasit yang disesalkan oleh Tavares adalah kartu merah Safruddin Tahar. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh Safrudin tidak seharusnya dihadiahi kartu merah.

“Saya bisa lihat bahwa wasit mencoba mencari celah pada babak kedua siapa dari PSM yang bisa diberikan kartu merah,” ungkapnya.

Meski menyoroti kepemimpinan wasit, namun Tavares menyatakan puas dengan performa yang ditunjukkan
Rasyid Bakri dan kawan-kawan selama pertandingan.

“Sekali lagi saya bangga pada kinerja dari para pemain. Mereka menunjukkan kerja keras luar biasa di lapangan,”
tuturnya.

Pemain PSM, Rasyid Bakri, mengaku sangat senang karena mampu meraih poin penuh pada laga tandang kali ini.

Kemenangan tersebut dipersembahkan untuk para suporter PSM yang sampai saat ini tetap setia mendukung tim kesayangannya.

“Alhamdulillah hasil pertandingan hari ini (kemarin,red), kita bisa meraih 3 poin. Kemenangan ini, kami persembahkan untuk seluruh suporter,” ujar pemain asal Limbung, Gowa itu.

Hasil positif ini, lanjut dia menjadi motivasi dalam menghadapi Barito Putera pada laga kandang di Stadion Gelora BJ Habibie, (9/2/2023) mendatang.

“Selanjutnya kita harus fokus
mempersiapkan diri untuk Pertandingan melawan Barito di kota Parepare,” jelasnya.

Di kubu lawan, Pelatih Arema FC, Javier
Roca menerima kekalahan yang diderita oleh timnya. Menurut dia, melawan PSM memang sulit menang.

“Pertandingan yang sulit. Draw saja susah diraih. Kami sudah kerja maksimal. 3 poin harus diikhlaskan buat PSM,” tukasnya.(rus)

Pos terkait