Ribuan Jamaah Salat Id Padati Unismuh Makassar, Rektor Tekankan Makna Kemenangan Spiritual

STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Ribuan jamaah memadati Balai Sidang Muktamar dan Masjid Subulussalam Al Khoory Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat (20/3).

Sejak subuh, hujan deras mengguyur Kota Makassar. Namun, kondisi cuaca tak menyurutkan antusiasme warga untuk datang berbondong-bondong ke Kampus Unismuh. Awalnya, salat Id direncanakan digelar di pelataran kampus. Akan tetapi, karena hujan tak kunjung reda, pelaksanaan dipindahkan ke dalam masjid dan Balai Sidang Muktamar.

Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Makassar. Sejumlah warga dari Kabupaten Gowa dan daerah sekitar juga turut memadati lokasi. Bahkan, beberapa di antaranya datang dari luar wilayah Makassar dan Gowa.

Bacaan Lainnya

Sejumlah petinggi Unismuh tampak hadir dalam pelaksanaan salat tersebut. Di antaranya Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, jajaran wakil rektor dan dekan, dosen dan karyawan. Tampak juga terlihat Rektor UMSI, Prof Umar Congge.

Jajaran pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Di antaranya Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, Wakil Ketua PWM Dr Ir H Muh. Syaiful Saleh, serta sejumlah pengurus wilayah Muhammadiyah lainnya, juga hadir Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel.

Selain itu, juga sejumlah tokoh yakni Anggota DPR RI Dr Ashabul Kahfi, mantan Bupati Enrekang Muslimin Bando yang juga anggota DPR RI, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar.

Momentum Kembali ke Fitrah

Rektor Unismuh Makassar Dr Ir Abd Rakhim Nanda dalam keterangannya menyampaikan bahwa Idulfitri tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi juga momentum kembali pada fitrah sebagai manusia yang suci.

“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan hanya tentang kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik, lebih suci, dan lebih mulia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, saling memaafkan, serta membangun kembali kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Perbedaan Hari Raya dan Kalender Global

Terkait perbedaan penentuan hari raya, ia menilai hal tersebut sebagai dinamika dalam pemahaman keagamaan. Menurutnya, perbedaan muncul dari metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

“Perbedaan itu tidak menjadi persoalan, justru menunjukkan dinamika dalam berpikir. Ke depan, diharapkan dialog keagamaan yang dipadukan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dapat menemukan titik temu,” katanya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah pada tahun ini telah menerapkan kalender Hijriah global tunggal dengan satu matla’ untuk seluruh dunia, sehingga penentuan 1 Syawal berlaku seragam di berbagai belahan dunia.

Khutbah Tekankan Taqwa dan Akhlak Mulia

Sementara itu, dalam khutbah Idulfitri, khatib Ustadz Mawardi Pewangi mengangkat tema tentang pentingnya taqwa sebagai fondasi dalam membentuk akhlak mulia. Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak berhenti pada aspek ritual, melainkan harus berdampak pada perilaku sehari-hari.

“Ibadah sejatinya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertaqwa, yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menahan amarah, memaafkan, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sosial.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern, termasuk penggunaan media sosial yang kerap memicu konflik, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Di tengah kehidupan yang serba terbuka, diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak mulia. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak pada perilaku,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Oleh karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

Khutbah tersebut juga mengajak generasi muda untuk tampil sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang bijak dan berkeadaban.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah yang diikuti ribuan jamaah, sekaligus menjadi ruang refleksi spiritual untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.(nas)

Pos terkait