STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Aksi pembusuran yang marak di kecamatan Parangloe, Gowa membuat semua kalangan prihatin. Termasuk pihak sekolah. Apalagi, pelaku pembusuran ternyata melibatkan remaja dan pelajar.
Pasca penangkapan dua terduga pelaku pembusuran oleh Polsek Parangloe, aparat kepolisian pun diminta untuk turun melakukan razia di sekolah-sekolah.
Kepala UPT SMA Negeri 6 Gowa, Erwin Wijaya mengatakan, pihaknya sepakat apabila aparat kepolisian melakukan razia di sekolah.
Menurutnya, razia ini cukup penting untuk menghindari adanya siswa yang membawa alat atau benda tajam seperti busur, maupun barang haram ke sekolah.
“Kami merencanakan membuat kesepakatan agar polisi sering melakukan razia di sekolah,” ujar Erwin kepada media, Selasa (7/2/2023).
Mantan Kasek SMA 1 Bajeng Barat itu pun segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“In Sya Allah besok saya akan bertemu Kapolsek membicarakan mengenai hal ini. Kami akan minta pihak Kapolsek sesering mungkin melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum kepada siswa di sekolah,” terangnya.
Kepala SMP Negeri 1 Parangloe, Hj Ummihati juga mengungkapkan hal serupa. Pihaknya bahkan telah menerika penyampaian dari Kapolsek untuk menjadi Inspektur upacara (Irup) di sekolahnya, Senin (13/2/2023).
“Kesempatan Pak Kapolsek jadi Irup ini sekaligus memberikan penyuluhan kepada siswa,” ungkapnya.
Kapolsek Parangloe, AKP Muhammad Tang mengaku telah mengagendakan turun ke sekolah-sekolah melakukan penyuluhan hukum.
“Sesuai masukan masyarakat pada Jumat curhat, kita akan menggiatkan patroli pada jam sekolah. Sasarannya pelajar yang bolos pada jam pelajaran,” tandasnya.(rus)












