STARNEWSIS.COM, MAKASSAR— Talkshow dengan tema “Peluang Usaha” digelar di Aula Terminal 1 Anging Mammiri Pelabuhan Makassar, Selasa (16/9/2025). Acara yang menghadirkan, kolaborasi strategis antara Pelindo Regional 4 Makassar dan para pelaku UMKM, perbankan, BUMN, hingga asosiasi sektor logistik.


General Manager Pelindo Regional 4, Iwan Sjarifuddin, membuka kegiatan dengan memaparkan berbagai program unggulan Pelindo yang dapat dimanfaatkan UMKM. Beberapa di antaranya adalah Matirimpreneur, Akselerator UMK, Gedor Ekspor, serta Program Teman Nelayan yang telah menyasar pelaku usaha di sektor kelautan dan maritim.


Dari sisi logistik dan ekspor, Arief, Ketua GPEI sekaligus pelaku ekspor produk lokal, menyoroti pentingnya jaringan dan keanggotaan asosiasi. Menurutnya, asosiasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional, terutama dalam sektor logistik dan distribusi produk.

Selain talkshow, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh gelaran pasar murah dengan partisipasi hampir 100 tenant. Produk yang ditawarkan mencakup sembako, kerajinan tangan, jajanan tradisional, hingga pakaian, yang dibanderol dengan harga terjangkau dan disambut antusias oleh para pengunjung.
“Dalam bisnis, bukan hanya soal angka, tetapi juga soal jiwa. Semangat UMKM adalah denyut nadi yang menjaga ekonomi bangsa tetap hidup dan berkembang,” ujar Iwan Sjarifuddin dalam sesi penutup talkshow. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Iwan Sjarifuddin, keberadaan Pelabuhan Makassar yang rutin disinggahi wisatawan mancanegara dapat menjadi pintu masuk promosi UMKM lokal. “Dengan konsep berbasis kedaerahan, pelabuhan bisa jadi etalase produk khas Makassar dari jajanan, masakan lokal hingga kerajinan tangan yang langsung dinikmati wisatawan,” jelasnya.
Talkshow ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BUMN, pelaku usaha, perbankan, dan asosiasi mampu menciptakan ruang kolaboratif yang memperkuat UMKM. Diharapkan, inisiatif ini bisa berkelanjutan dan menjadi model pengembangan ekonomi daerah berbasis pelabuhan.(*)












