STARNEWSID.COM, MAKASSAR— Sebanyak 1.300 jemaat dari berbagai wilayah di Kota Makassar mengikuti Ibadah Fajar Paskah yang diselenggarakan oleh Jemaat GPIB Bukit Zaitun Makassar pada Minggu, 20 April 2025. Perayaan Paskah ini dipusatkan di Lapangan Ambo Tang Hubdam XIV/Hasanuddin dan berlangsung sejak dini hari dalam suasana yang penuh khidmat.


Pemilihan lapangan sebagai lokasi ibadah dilakukan untuk menampung jumlah peserta yang besar, sekaligus menciptakan nuansa terbuka dan inklusif. Selain prosesi ibadah yang diisi dengan pujian dan doa, jemaat juga disuguhkan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan pesan Paskah, yakni kemenangan atas kematian dan harapan baru bagi umat manusia.
Ketua Panitia, Diaken Christin Sinaga H menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah ini merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan kerinduan umat akan kebangkitan Kristus. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Makassar, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas, Khaidir, S.STP, M.Si.

Dalam sambutannya, Khaidir menyatakan bahwa Paskah bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan antarwarga. “Perayaan dalam suasana damai dan penuh kasih seperti ini akan membantu kita menjaga harmoni di tengah masyarakat,” ujarnya mewakili Wali Kota Makassar.
Pendeta Caterien Sahureka – Saiya dalam khotbah Paskah mengajak jemaat untuk senantiasa bersyukur dalam menjalani kehidupan. “Cukup adalah berkat yang sering dilupakan,” ucap beliau, seraya mengingatkan bahwa rasa syukur adalah bentuk penghormatan terhadap anugerah Tuhan.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, panitia juga menggelar kegiatan bazar serta berbagai permainan edukatif bagi anak-anak yang dipandu oleh Jemaat Bukit Zaitun, Saudari Raisa dan Maisura. Acara ini turut memperkuat kebersamaan antarjemaat lintas generasi.
Seluruh rangkaian perayaan Paskah 2025 Jemaat Bukit Zaitun Makassar berlangsung dengan khidmat, aman, lancar, dan penuh sukacita, menjadi cerminan iman yang hidup serta semangat kebangkitan yang menyala dalam kehidupan umat.(idj)










