STARNEWSID.COM,GOWA—- Pemkab Gowa melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan menggagas program 1.000 hektare sawah.
Program ini merupakan usulan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin mengatakan, program 1.000 hektare sawah ini akan menyasar 17 desa dan satu kelurahan di empat kecamatan.
Masing-masing Kecamatan Bajeng (tiga desa), Kecamatan Bajeng Barat (tujuh desa), Kecamatan Barombong (dua desa), dan Kecamatan Bontonompo (empat desa dan satu kelurahan)
“Program ini diusulkan Pak Mentan (Syahrul Yasin Limpo,red) saat melakukan silaturahmi PPL di Kabupaten Gowa belum lama ini. Rencana wilayah yang masuk dalam lokus program 1.000 hektare sawah ini adalah wilayah IP-300 yang mana jenis komoditinya padi,” urai Fajaruddin dalam ekspose program 1.000 hektare sawah di hadapan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Rabu (3/5/2023).
Mantan Kadispora Gowa itu menerangkan, untuk jadwal penanaman dilakukan pada musim Gadu ke-2. Yakni pada Juli hingga Agustus mendatang.
Lokasi penanaman, kata dia, dilakukan di 2 wilayah UPT yaitu, UPT BPPP Limbung dengan luas lahan 600 hektare dan UPT BPPP Barembeng, 400 hektare.
“Jadi telah siap lahan 1.000 hektare untuk penanaman di 2 wilayah UPT itu. UPT BPPP Limbung mencakup Barombong, Bajeng dan Bajeng Barat. Dan UPT BPPP Barembeng meliputi Kecamatan Bontonompo. Dengan bantuan Sarana Produksi (Saprodi) dan beberapa Alat Mesin Pertanian (Alsintan),” terang Fajaruddin.
Pada program 1.000 hektare sawah ini, konsep yang dibangun adalah bagaimana memberdayakan masyarakat. Kemudian mendorong masyarakat untuk produktivitas, dan melakukan inovasi dengan program tersebut.
Dirinya berharap, dengan adanya program ini terjadi peningkatan jumlah produksi padi setiap tahunnya.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menuturkan jika program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan sekaligus tantangan dari Menteri Pertanian, sehingga perlu dibahas secara detail.
“Program ini ditantang agar kita cepat menyelesaikan konsepnya. Sebelum ini diberikan atau diserahkan ke Menteri Pertanian, maka perlu saya koreksi terlebih dahulu,” kata Adnan.
Selain itu konsep pendanaan dari program ini harus dicantumkan 3 (tiga) metode pendanaan, baik melalui dana KUR perbankan, APBD/APBN, maupun penggabungan keduanya.
Bupati Adnan juga meminta kepada tim program 1.000 hektare sawah ini untuk menuliskan secara detail terkait kendala-kendala apa saja dalam pengairannya nanti.
“Sebaiknya dituliskan secara detil apa saja kendalanya, sebut saja seperti ketersediaan air di saluran air irigasi terbatas atau kurang maksimal sehingga memerlukan sistem pompanisasi,” tutur Adnan. (rus)












