STARNEWSID.COM,GOWA—Penanganan ruas jalan provinsi di kabupaten Gowa tak maksimal. Ada beberapa ruas jalan yang rusak parah luput dari penanganan.
Salah satu contoh kilometer 54, tepatnya di dusun Tombongi, desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe.
Di titik ini, kondisi jalan rusak berat. Berbentuk kubangan. Tidak sampai disitu saja. Setiap musim penghujan, kilometer 54 tergenang banjir. Ketinggian air pun cukup lumayan. Setinggi lutut orang dewasa.
Seperti yang terjadi, Sabtu, 12 November 2022. Hujan deras yang turun mengguyur, membuat kilometer 54 sulit dilewati pengendara.
“Entah bagaimana caranya melintas kalau seperti ini ketinggian air,” gerutu salah satu pengendara mobil, Aby.
Warga setempat bernama Dg Nurung menuturkan, sudah tiga tahun kondisi kilometer 54 selalu kebanjiran. Ia mengungkapkan, banjir tersebut berasal dari saluran air dari atas bukit di sisi kiri jalan.
Kondisi ini makin diperparah karena bagian sisi kanan jalan dipasangi pondasi oleh pemilik sawah. Alhasil, air menumpuk di badan jalan.
“Tiga tahunmi itu begitu terus. Sampai saat ini belum ada perbaikan apapun dilakukan pemerintah,” ungkap dia.
Dg Nurung cukup menyesalkan kilometer 54 dibiarkan rusak seperti itu. Padahal, jalur ini adalah akses utama menuju kota wisata, Malino.
“Sayang sekali akses wisata dibiarkan rusak parah,” ketusnya.
Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Sulsel pun terkesan cuek dengan kondisi kilometer 54 Poros Malino.
PPTK Pemeliharaan Jalan Ruas Sungguminasa-Malino, Surya Kencana yang berusaha dikonfirmasi tak menggubris pesan maupun telepon wartawan. Begitu juga dengan Kadis PUTR Sulsel, Astina Abbas.
Pesan permintaan tanggapan terkait kondisi kilometer 54 yang dikirim wartawan via whatshapp Astina hanya dibaca, tapi tidak dibalas. (rus)












