Kalsium Berbasis Tulang Ikan Bandeng Karya Dosen FKG Unhas melalui Hibah BIMA 2026

STARNEWSID.COM, MAKASSAR —- Berawal dari kepedulian terhadap permasalahan kesehatan anak, sebuah inovasi pangan berbasis bahan alam berhasil dikembangkan melalui Hibah Penelitian BIMA Tahun 2026 Skema Prototype. Calmora hadir sebagai minuman serbuk rasa blackcurrant berbahan dasar tulang ikan bandeng yang kaya akan kandungan kalsium, sebagai alternatif inovasi pangan fungsional untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak serta upaya pencegahan masalah stunting dan karies gigi.

Calmora (Refreshing Blackcurrant Experience) merupakan produk inovasi minuman serbuk yang dikembangkan dengan memanfaatkan potensi bahan alam lokal, khususnya tulang ikan bandeng yang selama ini sering dianggap sebagai limbah perikanan. Melalui proses pengolahan dan pengembangan berbasis riset, tulang ikan bandeng dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alami yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan masyarakat.

Prof. Fuad Husain Akbar, drg., MARS., Ph.D., FISQua sebagai penemu dan pengembang produk, saya melihat bahwa tantangan kesehatan anak tidak hanya membutuhkan pendekatan medis, tetapi juga inovasi berbasis pangan yang mudah diterima masyarakat. Salah satu permasalahan yang masih menjadi perhatian adalah stunting akibat kekurangan asupan gizi serta tingginya kejadian karies gigi pada anak yang salah satunya berkaitan dengan kesehatan dan kekuatan struktur gigi.

Bacaan Lainnya

Melalui pengembangan Calmora, bahan alam lokal diolah menjadi produk minuman yang lebih praktis, menarik, dan mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Kandungan kalsium dari tulang ikan bandeng diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber nutrisi pendukung dalam membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh, terutama pada masa pertumbuhan anak.

Produk ini dikembangkan melalui pendanaan Hibah BIMA Tahun 2026 Skema Prototype dengan tujuan menghasilkan purwarupa yang tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Calmora hadir dalam bentuk minuman serbuk rasa blackcurrant dengan konsep “Refreshing Blackcurrant Experience”. Produk ini mengombinasikan manfaat bahan alam dengan cita rasa modern sehingga dapat menjadi pilihan minuman kesehatan yang lebih mudah diterima oleh anak-anak maupun keluarga.

Keunggulan Calmora tidak hanya terletak pada desain kemasan yang menarik, tetapi juga pada konsep inovasi yang mengubah limbah potensial tulang ikan bandeng menjadi produk bernilai ekonomi dan kesehatan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan sumber daya yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk baru yang memiliki manfaat lebih besar.

“Saya berharap Calmora dapat menjadi salah satu contoh bahwa hasil penelitian perguruan tinggi mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan masyarakat. Melalui pemanfaatan bahan alam lokal seperti tulang ikan bandeng, kita dapat menghadirkan inovasi pangan yang tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga memiliki dampak kesehatan bagi generasi mendatang.”

Pengembangan Calmora menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus berasal dari bahan yang mahal dan sulit diperoleh. Dengan kreativitas, teknologi, dan dukungan riset, sumber daya lokal Indonesia dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki potensi besar untuk hilirisasi.

Ke depan, Calmora akan terus dikembangkan melalui penyempurnaan formula, pengujian kualitas dan penerimaan konsumen, serta persiapan menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi. Harapannya, produk ini dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pangan fungsional Indonesia dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan anak, khususnya dalam menghadapi tantangan stunting dan kesehatan gigi.(*)

Pos terkait