Jaga Wajah Kota Tetap Menawan: Lurah Kunjung Mae Sisir Drainase di Jalur Protokol

STARNEWSID.COM, MAKASSAR – Upaya penguatan infrastruktur lingkungan terus diupayakan jajaran Kelurahan Kunjung Mae. Lurah Syafruddin, SE., MM., melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik rawan genangan guna mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi konkret dari arahan Wali Kota Makassar terkait manajemen kebencanaan di tingkat kelurahan. Fokus utama pemantauan untuk memastikan integritas saluran drainase di jalur-jalur protokol tetap terjaga optimal.

Peninjauan dimulai dari koridor Jalan Cenderawasih yang merupakan urat nadi transportasi penting. Lurah memeriksa setiap mulut air untuk memastikan tidak ada tumpukan sedimen berlebih yang dapat memicu luapan air ke badan jalan saat hujan deras terjadi.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, tim bergerak menuju Jalan H. Bau untuk melakukan evaluasi serupa. Di wilayah ini, Syafruddin memfokuskan perhatian pada potensi sumbatan akibat sampah kiriman yang sering kali terbawa arus air dari wilayah lain menuju saluran utama. Jalan Rajawali menjadi titik terakhir dalam rangkaian inspeksi tersebut.

Lurah memberikan instruksi khusus kepada Satgas Kebersihan untuk tetap bersiaga dan melakukan pembersihan berkala, terutama pada titik-titik penyempitan saluran.

Aksi ini sejalan dengan visi strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang tangguh terhadap bencana. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan risiko kerugian materiil akibat genangan air dapat ditekan seminimal mungkin.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kelurahan Kunjung Mae juga mensosialisasikan pedoman teknis pengelolaan drainase kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang harmonis dalam menjaga aset publik berupa saluran pembuangan air.

Poin pertama yang ditekankan adalah pentingnya normalisasi mandiri oleh pemilik bangunan. Warga diharapkan tidak membiarkan endapan tanah menumpuk terlalu lama di dalam selokan depan rumah yang dapat mengurangi kapasitas tampung air.

Kedua, Lurah mengingatkan agar tidak ada warga yang menutup saluran drainase dengan konstruksi beton permanen tanpa lubang kontrol. Akses ini sangat vital bagi petugas dalam melakukan pemeliharaan rutin maupun penanganan sumbatan darurat.

Ketiga, edukasi mengenai bahaya sampah plastik ditekankan kembali. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menjadi musuh utama sistem drainase, karena sifatnya yang sulit terurai dan sangat mudah menyebabkan penyumbatan total di bawah tanah.

Selain itu, warga didorong untuk memperbanyak resapan air melalui pembuatan biopori di lahan-lahan pribadi. Program ini merupakan bagian dari gerakan ramah lingkungan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tanah sebagai penyerap air hujan.

Syafruddin menyatakan bahwa kerja keras pemerintah dalam memantau infrastruktur harus didukung oleh perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Tanpa dukungan warga, upaya mitigasi bencana tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Koordinasi yang solid antara Lurah, Satgas, dan tokoh masyarakat menjadi pondasi utama dalam menjaga ketahanan wilayah. Kunjung Mae berkomitmen untuk terus proaktif dalam menjaga integritas lingkungan demi keamanan seluruh warga.

Inspeksi lapangan ini diakhiri dengan sesi koordinasi internal untuk merumuskan langkah tindak lanjut berdasarkan temuan di lapangan.

Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Kelurahan Kunjung Mae dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada keselamatan warga. (*)

Pos terkait