Dorong Budaya Literasi, Guru Penggerak di Parangloe Launching Komunitas Literat

KOMUNITAS GURU LITERAT--- Komunitas Guru Literat Parangloe terlihat riang gembira disela launching di SDN Center Parangloe, Kamis (22/6/2023).(Naskah : Rusli Haisarni/Foto : Rusdi)

STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Minat baca tulis (literasi) di sekolah, khususnya di kecamatan Parangloe sampai saat ini masih sangat rendah.

Hal ini menjadi sebuah keresahan tersendiri bagi pendidik di kecamatan Parangloe. Pelbagai upaya pun dilakukan dalam mendorong peningkatan literasi di sekolah. Salah satunya dengan membentuk Komunitas Guru Literat Parangloe.

Komunitas Guru Literat Parangloe ini dilaunching, Kamis (22/6/2023)di SDN Center Parangloe.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komunitas Guru Literat Parangloe, Rusdi menjelaskan, Komunitas ini terbentuk dari keresahan atas kurang berkembangnya minat literasi siswa maupun guru.

Selain itu, komunitas ini juga sebagai wadah bagi guru-guru muda dan produktif untuk mengembangkan budaya literasi di sekolah khususnya di kecamatan Parangloe.

“Jadi ide komunitas ini muncul dari saya, bersama guru-guru penggerak angkatan 2 Kabupaten Gowa. Pak Syamsul Bachri (Guru SDI Peo) diamanahkan sebagai Ketua Komunitas,” jelas Rusdi.

Guru SDI Parang itu menerangkan, Komunitas Guru Literat Parangloe memiliki visi membudayakan berliterasi untuk meningkatkan kapasitas guru dan membangun kecerdasan serta karakter peserta didik dengan berlandaskan nilai-nilai budaya lokal sesuai dengan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam 5 visi. Pertama ialah meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru sebagai agen perubahan. Kedua, menanamkan, menguatkan dan menggalakkan budaya literasi bagi kalangan guru sebagai proses belajar berinovasi dan berkreasi sepanjang hayat.

Ketiga, menggali dan mengekplorasi filosofi dan kearifan budaya lokal sebagai filter dan benteng arus budaya global. Keempat, memberikan pembekalan, baik pengetahuan maupun keterampilan melalui kegiatan apresiasi, diskusi & kajian, bedah buku, workshop, dan pelatihan. Kelima, mewadahi dan memberikan ruang bagi para guru untuk menulis dan menerbitkan buku.

“Dengan slogan Bergerak Bersama Membangun Budaya Literasi di Kecamatan Parangloe, kita berkomitmen meningkatkan minat baca tulis guru dan murid di sekolah,” tukasnya.

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Parangloe, Tajuddin didampingi Pengawas Bina TK/SD, Abdul Halik Bunga usai melaunching Komunitas Guru Literat Parangloe berharap keberadaan komunitas ini dapat meningkatkan kualitas SDM pendidikan. (rus)

Pos terkait