Bungkam Lanna FC Lewat Drama Penalti, Alifia Grafika Melaju ke Final

ADU PENALTI--- Kiper Alifia Grafika, Teguh Wardana sambil terjatuh memblok tendangan penalti pertama pemain Lanna FC, Fahri pada laga semifinal di Lapangan Bontotangna, Rabu (29/6/2022). Laga yang berakhir lewat drama adu penalti ini dimenangkan Alifia Grafika 4-1(1-1).(Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Asa besar Lanna FC maju ke final turnamen sepak bola Kapolsek Parangloe Cup 1 pupus. Alifia Grafika menghentikan keperkasaan tuan rumah di babak semifinal.

Alifia melaju ke final setelah pada laga semifinal di Lapangan Bontotangnga, Rabu (29/6/2022) sore membungkam Lanna FC lewat drama adu penalti dengan skor 4-1 (1-1).

Pertarungan kedua tim harus diakhiri lewat adu penalti setelah dua kali babak normal skor berakhir imbang, 1-1.

Bacaan Lainnya

Dalam adu tos-tosan, Kiper Alifia Grafika, Teguh Wardana tampil sebagai pahlawan. Ia tiga kali berhasil memblok tendangan algojo penalti pemain Lanna FC.

Jalannya laga Lanna FC kontra Alifia Grafika awalnya berjalan lamban. Terutama pada babak pertama. Kondisi lapangan yang licin akibat hujan yang turun mengguyur, membuat permainan kedua tim tidak terlalu berkembang.

Selain itu, kedua tim terlihat masih saling membaca permainan. Alhasil, hingga jeda babak pertama usai, skor tetap imbang, 0-0.

Awal babak kedua, tempo permainan mulai sedikit meningkat. Alifia Grafika yang mengenakan kostum hijau berhasil memimpin lebih dulu 1-0. Gol Alifia berawal dari tendangan bebas. Bola yang memantul di depan gawang sempat menyentuh kaki salah seorang pemain Lanna FC, Mokoginta sebelum meluncur masuk ke gawang.

Pasca gol Alifia Grafika, tensi permainan pun makin seru. Lanna FC yang tertinggal mulai bermain cepat. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke garis pertahanan Alifia. Namun serangan itu selalu kandas.

Pelatih Lanna FC, Kadriwansyah kemudian mengubah strategi. Fahri dimasukkan untuk menambah daya gedor. Keputusan Kadriwansyah tepat.

Masuknya Fahri memberi pengaruh signifikan terhadap lini depan Pasukan Buleng-Bulengna, julukan Lanna FC.

Tusukan pemain nomor punggung 19 itu dari sektor kiri jantung pertahanan Alifia berhasil menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Sebuah serangan yang berawal dari kaki Fahri pada pertengahan babak kedua bahkan nyaris mencetak gol penyama. Hanya saja, peluang emas yang diperoleh Lanna FC masih membentur tiang gawang.

Lanna pun terus bernafsu menyerang. Dukungan melimpah dari suporter dari luar lapangan, membuat Sabareng cs kian bersemangat mencetak gol balasan.

Namun, saat asyik menyerang justru Lanna FC kembali kebobolan melalui serangan balik Alifia. Beruntung, gol tersebut dianulir wasit lantaran pemain Alifia dianggap offside.

Tak berselang lama kemudian, gol yang dinanti pun akhirnya tercipta juga. Sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Alifia di area terlarang berujung hadiah penalti bagi Lanna FC.

Ashary yang ditunjuk sebagai algojo melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Sepakan pemain berjersey 24 itu ke sudut kiri gawang berhasil mengecoh kiper Alifia, Teguh Wardana. Skor pun menjadi 1-1.

Skor 1-1 ini bertahan hingga wasit Amiruddin dari Asprov PSSI Sulsel meniup peluit tanda babak kedua berakhir. Pemenang laga pun harus ditentukan lewat adu penalti yang dimenangkan Alifia Grafika.

Tiga algojo Alifia Grafika, Kiki, Hendra dan Fajar berhasil mengeksekusi penalti. Sebaliknya, tiga penendang Lanna FC, Fahri, Azhary dan Dwiki gagal. Sepakan penalti ketiga pemain ini diblok oleh penjaga gawang Alifia, Teguh Wardana.

Manajer Alifia Grafika, Badollahi Daeng Kio menyambut gembira kesuksesan timnya yang berhasil menghentikan keperkasaan tuan rumah di babak semifinal.

Secara khusus, Ia memuji kiper Alifia Grafika, Teguh Wardana yang tampil impresif dengan menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Lanna FC.

“Luar biasa kiper kami. Dia (Teguh Wardana) adalah bintang kemenangan tim,” ucap Badollahi.

Menurut dia, kemenangan timnya tak lepas dari keberuntungan (faktor lucky). Apalagi dari segi permainan kedua tim berimbang.

Hanya saja, Badollahi menyinggung kepemimpinan wasit yang dinilai cenderung berpihak kepada tuan rumah.

“Ada keberpihakan wasit. Seperti gol yang dianulir itu, pemain kami tidak offside. Begitu juga penalti untuk tuan rumah. Tapi sudahlah,” ungkapnya.

Badollahi menegaskan, kerja sama dan kesabaran serta doa menjadi kunci kemenangan timnya atas tuan rumah. Ketiga hal ini pun, lanjut dia, akan tetap dipertahankan saat timnya tampil di laga puncak melawan pemenang antara Remacob atau Perseba Jenemadinging, Minggu (3/7/2022) mendatang.

“Siapapun lawan kami di final siap kami hadapi. Kuncinya kerja sama, kesabaran dan doa,” tegasnya.

Ketua Panitia Kapolsek Parangloe Cup 1, Mulyadi Dengta menambahkan, babak semifinal kembali menggunakan durasi waktu normal. Yakni 2×45 menit.

“Jadi bukan 2×30 menit lagi. Untuk semifinal dan final durasi waktunya normal 2×45 menit,” tandas Dengta.(rus)

Pos terkait