BBPP Batangkaluku Jamin Stok Beras Aman Selama Ramadan

PANEN PADI-- Sekda Gowa, Kamsina (empat dari kiri) diapit Kepala BBPP Batangkaluku, Muhammad Siddik (dua kanan), Kadis Pertanian Holtikultura Kabupaten Gowa, Muh Fajaruddin (tiga kiri) dan Camat Bajeng, Haerani Mallingkai (dua kiri) disela kegiatan panen padi Nusantara 1 juta hektare di desa Maradekayya, Kamis (9/3/2023).(Naskah : Rusli Haisarni/Foto : Humas Pemda Gowa)

STARNEWSID.COM,BAJENG—- Produksi padi di Kabupaten Gowa cukup melimpah. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menjamin, stok beras untuk masyarakat aman selama Ramadan tahun ini.

“Patut disyukuri, panen padi kali ini hasilnya cukup memuaskan. Stok di bulan Ramadan Insya Allah aman,” ujar Kepala BBPP Batangkaluku, Muhammad Sidik disela kegiatan panen padi Nusantara 1 juta hektare (ha) di desa Maradekayya, kecamatan Bajeng, Kamis (9/3/2023).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin juga menegaskan hal senada. Ia mengatakan, hingga April 2023 mendatang, total lahan padi yang akan dipanen sekitar 3.004 Ha.

Bacaan Lainnya

“Jadi untuk wilayah Kecamatan Bajeng ada kurang lebih 3.004 hektar yang akan dipanen. Sehingga kebutuhan akan beras dalam menghadapi bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri akan terpenuhi,” katanya

Sekda Gowa, Kamsina menjelaskan dalam program Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare (Ha) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Gowa menyiapkan sekitar 3.004 Ha dengan hasil produksi 18.024 ton.

Khusus di Kecamatan Bajeng saja yang disiapkan luas lahan sekitar 353 Ha dengan jumlah produksi 5,9 ton.

“Untuk awal hari ini luas tanah yang kita panen kurang lebih 28 are,” katanya.

Kamsina juga mengaku, telah menginstruksikan kepada petani untuk tidak gegabah dalam menjual gabahnya. Instruksi ini untuk meminimalisir terjadinya kerugian lantaran mahalnya harga pupuk disejumlah wilayah.

“Kami minta agar hasil panen gabah ini para petani tidak terlalu gegabah menjual ke pedagang tengkulak. Jangan sampai lebih banyak pengeluarannya para petani ketimbang dengan keuntungan yang akan diperoleh,” ungkapnya. (rus)

Pos terkait