Asisten I Pemkot Makassar Tegaskan Setiap Rumah Wajib Miliki Tempat Pemilahan Sampah

STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui Program Jelajah Sampah. Memasuki titik ke-7, kegiatan ini digelar di Kecamatan Biringkanaya yang menjadi salah satu lokasi dengan volume sampah cukup tinggi di Kota Makassar.

Program yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari staf Kecamatan Biringkanaya, TP PKK kecamatan dan kelurahan, kader KB, kader Posyandu, pengelola TPS 3R, pengelola bank sampah, perwakilan SD dan SMP, tokoh masyarakat, hingga satuan tugas kebersihan.

Pada agenda tersebut, para peserta melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah titik rawan penumpukan sampah, seperti kawasan permukiman padat, selokan yang tersumbat, serta ruang publik yang kurang terawat. Selain itu, panitia juga menggelar sosialisasi pemilahan sampah dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Asisten I Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir, menegaskan bahwa setiap rumah di Kota Makassar wajib memiliki tempat pemilahan sampah sebagai langkah nyata mengurangi beban sampah kota. “Mulai hari ini, semua rumah wajib memiliki tempat pemilahan sampah. Jangan berhenti pada kegiatan seremoni. Kita ingin gerakan ini benar-benar hidup di masyarakat,” tegas Yasir, Jumat (28/11/2025).

Yasir menilai, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan. Ia juga meminta para camat, lurah, hingga RT/RW untuk aktif mengawal gerakan pemilahan sampah agar tidak berhenti sebatas wacana.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Makassar berencana memperkuat fasilitas penanganan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan. Salah satu fokus pengembangannya adalah Pusat Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan (P3SR) guna mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Biringkanaya, Juliaman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Jelajah Sampah di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi seperti Biringkanaya. “Kegiatan seperti ini bukan hanya soal mengangkut sampah, tetapi bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Jelajah Sampah di titik ke-7, panitia berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung Makassar menjadi kota yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan menjadi momentum gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat demi menciptakan perubahan perilaku sederhana namun berdampak besar, dimulai dari memilah sampah di rumah masing-masing. (*)

Pos terkait