Oleh
Syekh Muhammad Jabeer
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk dan cahaya bagi orang-orang beriman. Shalawat dan salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah, pemberi nasihat terbaik bagi umatnya.

Agama ini dibangun di atas nasihat, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Ad-dīn an-naṣīḥah“– Agama adalah nasihat
Kami bertanya: “Untuk siapa, wahai Rasulullah?”

Apa makna nasihat untuk Allah? Yaitu mentauhidkan-Nya, tunduk kepada syariat-Nya, dan mencintai-Nya lebih dari segala sesuatu.
Apa makna nasihat untuk Al-Quran? Yaitu menjadikannya sebagai cahaya hidup, petunjuk hati, obat jiwa, dan pegangan dalam setiap keputusan.

Allah berfirman:
*”فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزَلْنَا ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ”*
“Maka berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya dan cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan.” (QS. At-Taghabun: 8)

Al-Quran adalah cahaya karena ia menerangi kegelapan hati, menunjukkan jalan kebenaran, menenangkan jiwa yang resah, dan menyembuhkan luka batin.
Saudaraku, bagaimana mungkin kita hidup tanpa cahaya Al-Quran? Bagaimana kita bisa memberi nasihat tanpa ilmu dari wahyu?
Nasihat tanpa Al-Quran akan kehilangan arah. Dan hidup tanpa Al-Quran seperti berjalan dalam gelap gulita.
Maka marilah kita menghidupkan Al-Quran dalam hati kita, dalam rumah kita, dalam dakwah kita, dan dalam amal-amal kita.

Ceramah Syekh Muhammad Jabeer tersebut dibawakan di Masjid Nurur Rahmah BTP Blok J pada ba’da Isya dan ceramah Subuhnya di Masjid Khaerullah BTP Blok A, Makassar.(*)













