STARNEWSID.COM, SIDRAP — Sebanyak 187 rumah warga di Kab Sidrap rusak akibat dampak angin kencang yang disertai hujan deras, Selasa, 3 Januari sekira pukul 01.30 WITA.
Angin jenjang yang menerjang 11 kecamatan di Sidrap, yakni Kecamatan Kulo, Watang Sidenreng, Dua Pitue, Tellu Limpoe, Panca Lautang, Maritengnge, Panca Rijang, Watang Pulu, Baranti, Pitu Riawa dan Pitu Tiase, dan 50 kelurahan/desa
Cuaca ekstrim yang merata di Sulsel, khususnya di Bumi Nene Mallomo Sidrap itu,mengakibatkan beberapa rumah dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan.
Dari data yang diperoleh, ada korban jiwa, dan warga yang mengungsi 9 kepala rumah tangga, serta kerugian material.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kab Sidrap, Drs Sudarmin melalui Kabid Bencana dan Kedaruratan Sidrap Drs. Hasanuddin, saat dikonfirmasi, Rabu (4/1/2023).
Hasanuddin mengatakan, akibat angin kencang tersebut, beberapa wilayah di Sidrap mengalami dampak, antara lain di Kecamatan Watang Sidenreng, 21 rumah rusak parah dan ringan. Di Kecamatan Dua Pitue 34 rumah rusak, dan dua sarana pendidikan, serta gedung olahraga.
Di Kecamatan Tellu Limpoe 8 rumah rusak, di Panca Lautang 6 rumah rusak ringan, di Maritengngae ada 10 rumah rusak berat dan ringan.
Di Kecamatan Panca Rijang 7 rumah, di Watang Pulu 3 rumah, di Baranti 47 rumah. 5 rumah rusak, dan tempat usaha 5 unit.
Di Kecamatan Pitu Riawa 18 rumah, di Pitu Riase 8 rumah.
Hasanuddin mengatakan, di Sidrap ada 187 rumah terdampak rusak ringan 160 unit, rusak sedang 18 unit, dan rusak berat 9 unit. Sedangkan prasarana ada 2 unit sarana pendidikan, dan satu gedung olahraga, serta tempat usaha 4 rusak berat, dan 1 rusak ringan.
Untuk itu, kata Hasanuddin, BPBD melakukan peninjauan ke lokasi untuk koordinasi bersama pemerintah setempat.(mjb)











