300 KK Warga Labuku, Maiwa, Kabupaten Enrekang Terjebak Likuifaksi

Tanah bergerak (likuifaksi) membuat warga Desa Labuku, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlarian menyelamatkan diri. Warga di desa itu sudah berhari-hari terisolir lantaran akses jalan terputus.

STARNEWSID.COM, ENREKANG — Tanah bergerak (likuifaksi) membuat warga Desa Labuku, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlarian menyelamatkan diri. Warga di desa itu sudah berhari-hari terisolir lantaran akses jalan terputus.

Kepala Desa Labuku, Abdul Wahab mengatakan, selain memutus akses jalan, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi ini dialami warga sudah sejak Selasa (30/8) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.

“Sudah 4 hari warga di Desa Labuku belum bisa keluar masuk desa karena jalan rusak karena pergeseran tanah,” kata Abdul Wahab, Sabtu (3/9/2022).

Bacaan Lainnya

Di Desa Labuku, kata Wahab, ada kurang lebih 300 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak tanah bergerak. Dia mencatat ada 23 unit rumah yang mengalami rusak berat.

“Di Labuku kurang lebih ada 300 KK, 23 rumah dan jalan desa rusak berat. Ada 30 KK yang mengungsi di tenda pengungsian,” tuturnya.

Hingga saat ini, struktur tanah di Desa Labuku masih sering mengalami pergerakan. Hal ini membuat warga desa masih takut untuk berdiam di rumah. Mereka memilih berada di tenda pengungsian atau ke rumah keluarga yang lebih aman.

“Ada di tenda, ada juga ke rumah kerabat yang lebih aman. Hingga sekarang tanahnya masih terus bergerak jadi warga masih takut,” ujarnya.

Kepala BPBD Enrekang, Arsil Bagenda mengatakan, Pemkab Enrekang sudah menyalurkan bantuan sembako ke Desa Labuku. Bantuan disalurkan untuk mengantisipasi krisis pangan yang dialami warga desa.

Kondisi sekarang, pasokan listrik dan air bersih sudah tersedia. Pihaknya menurunkan 1 mobil tangki berisi air bersih di Desa Labuku.

“Kita sudah salurkan sembako. Ada tenda pengungsian dan anggota siaga di sana. Kita selalu pantau, untuk antisipasi krisis pangan. Listrik sudah menyala kemarin, tangki air bersih kami sudah kerahkan,” katanya.

Wakil Bupati Enrekang, Asman pun turut memberi perhatian terhadap warga yang terdampak tanah bergerak. Pihaknya akan segera melakukan relokasi 23 rumah yang rusak berat.

Selain itu, Pemkab Enrekang juga akan membuat jalan alternatif menuju Desa Labuku. Sehingga, warga yang terdampak bisa kembali mendapatkan akses yang layak.

“Solusinya sedang kita diskusikan tadi bersama, mungkin akan direlokasi. Kita akan buatkan jalur alternatif, sekaligus nanti sebagai tempat relokasi,” jelasnya. (*)

Pos terkait